HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Berita Minahasa Tenggara

23 July 2012

Lintas Berita Minahasa Tenggara


Warga 10 Desa di TouSel Terancam Terisolir
Touluaan, KOMENTAR
Warga di sedikitnya 10 de-sa di Kecamatan Touluaan Selatan (TouSel) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) terancam terisolir. Pasalnya, satu-satunya akses jalan yang menghubungkan 10 desa di kecamatan Touluaan Selatan dengan kecamatan lain khususnya dari Keca-matan Touluaan nyaris putus.
Sebagaimana terpantau di sepanjang ruas jalan menu-ju ke Kecamatan Touluaan Selatan, ada sedikitnya 3 titik longsor yang bahkan arealnya memakan hingga hampir setengah bagan jalan. Pengguna jalan pun harus ekstra hati-hati ketika melintasi ruas jalan dimak-sud.
Sejumlah warga juga me-ngaku sudah sangat khawa-tir dengan kondisi jalan se-perti ini, karena selain an-caman terisolir, mereka juga dihantui dengan rasa was-was terjadinya kecelakaan yang bisa menelan korban jiwa. “Masyarakat hanya bi-sa berhati-hati saja. Apalagi bila malam hari. Jalan ini sudah sangat rawan kecela-kaan,” ungkap warga.
Warga berharap agar pe-merintah dapat memperhati-kan hal ini, sebelum kejadi-an lebih jauh terjadi, khu-susnya jangan sampai sudah ada kecelakaan yang mema-kan korban jiwa terlebih da-hulu. “Apalagi ini merupakan satu-satunya akses bagi war-ga di 10 desa ke Kecamatan lain. Kalau ini putus, berarti warga benar-benar akan terisolir,” tandasnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Mitra Ir James Munaiseche MSi ketika dikonfirmasi meng-ungkapkan, jalan tersebut merupakan tanggung jawab dari pemerintah propinsi. “Khusus untuk jalan peng-hubung Lobu (Touluaan, red) ke Kalait (Touluaan Se-latan, red) itu jalan propinsi, bukan jalan kabupaten,” katanya.(ftj)


Tapal Batas
Mitra-Boltim Masih KJ
Ratahan, KOMENTAR
Penetapan batas wilayah antara Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) dengan Kabupaten Bolaang Mongon-dow Timur (Boltim), semakin kabur alias Kurang Jelas (KJ). Padahal, waktu lalu, dijanjikan masalah tapal batas dua dae-rah ini akan selesai pertengah-an Juni lalu. Namun hingga se-bulan lewat setelah deadline tersebut, belum juga ada keputusan.
Sekretaris Daerah Kabupa-ten Mitra, Drs Freddy F Lendo yang dikonfirmasi harian ini via ponselnya, Minggu (22/07) kemarin, tak menampik hal ini. “Memang sampai saat ini be-lum ada keputusan soal tapal batas antara Kabupaten Mitra dengan Kabupaten Boltim. Kita masih tetap menunggu,” ujarnya.
Menurut Lendo, prinsipnya Pemkab Mitra sangat meng-hormati mekanisme dan pro-ses yang sementara berjalan di pemprop khususnya soal penetapatan tapal batas ini. “Pemkab Mitra tetap percaya akan kearifan pemprop dan mempercayakan sepenuhnya hal ini ke pak gubernur,” tan-dasnya.
Apalagi, lanjut Lendo, guber-nur pernah mengutarakan bahwa batas Mitra dan Boltim ada di Jembatan Buyat yang melintas di atas Sungai Buyat. “Sembari menunggu penetap-an tapal batas ini, kita juga sekaligus memperkuat bukti-bukti batas alam itu dengan dokumen yang memang su-dah ada sejak dahulu kala dan senantiasa dihormati turun temurun,” terangnya.
Diketahui, saat memfasilitasi pertemuan pemerintah dua Kabupaten tersebut pada 30 Mei lalu, Gubernur Dr SH Sa-rundajang mengungkapkan, keputusan soal tapal batas dua daerah ini keluar dalam waktu dua pekan sejak hari itu. Ini artinya, paling lambat per-tengahan Juni sudah ada keputusan.(ftj)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin