|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Gubernur Dukung
Imba Relokasi PKL
|
Kebijakan Walikota Manado Drs Jimmy Rimba Rogi (Imba) melakukan relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di pusat kota 45, mendapat dukungan pe-nuh dari pemerintah propinsi. Kebijakan yang ditempuh Pemkot Manado dinilai sudah sesuai mekanisme yang ada. Hal ini dikemukakan Guber-nur Sulut SH Sarundajang saat memimpin apel pagi, di ruang Mapalus Kantor Guber-nur Sulut, kemarin (14/08).
“Menurut saya apa yang dilakukan pemkot terhadap PKL sudah tepat. Itu bukan penggusuran terhadap PKL, tetapi hanya upaya relokasi ke lokasi yang baru,” ungkapnya. Dikemukakan Sarundajang, apa yang telah dilakukan Pemkot Manado terhadap PKL di pusat kota sudah sesuai mekanisme yang ada. Salah satunya adalah soal pembe-rian lokasi baru terhadap PKL.
“Saya sudah tanya ke wa-likota apakah sudah ada lo-kasi yang baru untuk PKL, dan dikatakan sudah disiap-kan. Berarti itu kan sudah je-las. Pemkot kan sudah me-nyiapkan lokasi yang baru untuk para PKL. Beda dengan daerah lain yang melakukan penertiban PKL tanpa me-nyiapkan lokasi yang baru,” ujarnya.
Karena itu, lanjut Sarun-dajang, pemprop sangat mendukung upaya relokasi yang dilakukan Pemkot Ma-nado. Apalagi, upaya ini dila-kukan untuk mendukung visi Manado menuju Kota Pariwi-sata Dunia 2010. “Kan Ma-nado di tahun 2010 nanti akan menjadi Kota Pariwisata Dunia. Jadi penertiban PKL ini juga dimaksudkan mendu-kung visi pemkot tersebut. Apalagi, pemkot sudah me-nyiapkan lokasi yang baru, jadi tidak jadi persoalan,” tandasnya.
Dukungan yang sama juga mengalir dari gedung Sario (DPRD Sulut).
“Kami mendukung program Pemkot Manado yang mulai tegas menertibkan PKL. Kalau bukan sekarang, kapan lagi pusat kota akan jadi nyaman dan teratur,” ujar personel Fraksi PDS, Edwin Eman SE. Senada dikatakan personel Presidum Fraksi Kesatuan (PFK) Timmy Tatara SE MM. Menurut utusan Partai Ke-bangkitan Bangsa (PKB) ini, kawasan Pasar 45 merupakan salah satu sudut kota yang vital untuk mengangkat citra Manado sebagai kota pari-wisata.
“Selama ini kan lokasinya sangat amburadul. Kondisi ini begitu mempengaruhi sampai-sampai Kota Manado yang sering dijuluki sangat semra-wut. Sekarang Pemkot Mana-do sudah mengambil tinda-kan, tentu ini harus dipatuhi oleh para PKL,” tukasnya.
Personel Fraksi Demokrat Jones Rumangkang SE me-nambahkan, dengan menja-murnya PKL yang tidak ter-kontrol, dimana dari tahun ke tahun semakin banyak, akhir-nya telah mengganggu sistem perekonomian. Yakni sudah tak berimbang lagi dengan sektor lain. Makanya perlu ada penataan supaya semua pihak saling menguntungkan satu sama lainnya.
Sedangkan menurut Ketua Fraksi Partai Golkar, AHJ Purukan, langkah itu tentu sudah melalui kajian yang matang oleh Walikota Manado Jimmy Rogi SSos. “Penataan PKL berlaku menyeluruh di semua daerah. Jadi bukan cuma di Manado saja. Dan kenyamanan pusat kota saya kira dikehendaki oleh semua warga Manado. Makanya kalangan PKL harus pahami persoalan yang ada,” ujar Purukan sambil menambah-kan, memang untuk penerti-ban PKL tak semudah memba-likan telapak kanan. Sehingga sudah barang tentu akan ada riak-riak dibalik langkah tersebut.
Tak jauh berbeda disam-paikan Sekretaris Fraksi PDIP Drs Steven Kandouw SE. “Pe-nataan PKL kan program un-tuk penyegaran sektor per-ekonomian yang berdampak baik pada semua sektor. Apalagi pariwisata, dengan tertibnya kawasan pusat kota semua orang akan nyaman dan tenteram mengunjungi Pasar 45,” ujarnya diiyakan Frangky Wongkar SH dan Royke Tangkudung.
Sambung Wakil Ketua DPRD Sulut Djenri Keintjem SH, dengan adanya langkah itu maka sejalan dengan apa yang dicanangkan bahwa 2010 Manado menjadi kota pari-wisata. “Tapi penertiban ja-ngan hanya pilih kasih. Ini ha-rus dilakukan secara menye-luruh,” ujarnya sambil menga-takan mengenai keterlibatan Benny Rhamdani dan Abid Takalamingan SSos dalam memimpin demo, itu atas kapasitas pribadi mereka.
Sementara itu, ratusan PKL yang melakukan protes atas relokasi tersebut, melakukan aksi unjukrasa di Gedung Dekot dan Pemkot Manado, kemarin. Berita terkait baca halaman Manado-ku.(imo/ran/tru)
|
|