|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Sikapi kasus penipuan di Riau
Rektor Unsrat Gelar Rapat Mendadak
|
Menyusul pemberitaan du-gaan penipuan melalui propo-sal yang diduga dilakukan oleh sejumlah oknum maha-siswa Unsrat, Prof DR Lucky W Sondakh kemarin (14/08) pagi, langsung menggelar ra-pat dengan memanggil Pem-bantu Rektor (PR) dan seluruh dekan, guna melakukan cross check mengenai kebenaran kabar ini.
Menurut Sondakh, hal ini berdampak buruk bagi pen-citraan Unsrat sebagai insti-tusi pendidikan. “Sebab kami semua sementara berjuang untuk memperbaiki citra Unsrat, dan berita seperti ini tentu saja sangat merugikan. Untuk itu saya sudah kumpul semua PR dan dekan untuk melakukan cross check,” ujar Sondakh kepada Komentar, kemarin.
Kalau pun ternyata sejumlah oknum mahasiswa tersebut terbukti hanya membawa-ba-wa nama Unsrat untuk kepen-tingannya, maka pihaknya tidak akan segan-segan meng-ambil tindakan hukum. “Tapi kalaupun mereka benar ada-lah mahasiswa Unsrat, kita ju-ga akan menyediakan ban-tuan hukum untuk membela mereka sesuai haknya,” tan-das Sondakh.
Sementara PR III Prof Dr Is-hak Pulukadang yang diserahi tanggung jawab menindak-lanjuti masalah ini menyata-kan, dari 17 orang yang dita-han, hanya 4 orang saja yang mempunyai kartu mahasiswa Unsrat.
“Sesuai data dari pihak ke-polisian, dari 17 orang, 7 di-antaranya adalah warga biasa dan 6 lainnya belum diketahui pasti identitasnya. Sedangkan untuk 4 oknum mahasiwa ma-sing-masing adalah Franky Ronald dari Fakultas Perta-nian, Winda Joanne dari Fa-kultas Ekonomi, Vonny O Paat dari Fakultas Kedokteran dan Donald Hendra dari Fakultas Teknik,” jelas Pulukadang.
Hanya saja, setelah di cek di Biro Akademik ternyata keem-patnya tidak terdaftar sebagai mahasiswa Unsrat. “Ini berarti gejala penipuan, karena tiga di antaranya sama sekali tidak terdaftar. Sedang 1 orang lagi, data pada kartu mahasiwa tidak sesuai dengan apa yang ada pada kami,” ungkap Pu-lukadang.
Dijelaskan oleh Kabag Kema-hasiswaan Drs Charles Supit didampingi Kabag Pendidikan Dra Yenny Mendey, tiga nama masing-masing Franky Ronald dengan NIM 00032132, Winda Joanne dengan NIM 02064254 dan Vonny Paat dengan NIM 0001177 sama sekali tidak terdaftar di Bagian Akademis. Sementara untuk Donald Hendra, terdapat perbedaan NIM, tanggal lahir dan alamat dengan data di bagian akade-mis.
“Pada data kami, namanya Hendra dengan NIM 98023495, sementara dari data yang masuk NIM-nya 98023218. Untuk tanggal lahir dan alamat, sesuai data kami adalah Palu 25 Februari 1980 dengan alamat di Kleak, sedangkan dalam kopian kartu mahasiswa yang kami terima via fax adalah Manado 13 februari 1980 ber-alamatkan Karang Ria Ling V Manado, “ urai keduanya.
Untuk itu, Pulukadang me-nyatakan Unsrat akan segera menempuh langkah hukum menyikapi tindakan penipuan ini. “Kita akan tuntut mereka sesuai ketentuan hukum yang ada, karena ini sudah meru-pakan bentuk pemalsuan,” tandasnya. Selain itu ditegas-kan Pulukadang, aksi mereka bukan mengatasnamakan Unsrat, tetapi Yayasan Narko-ba Manado. “Jadi kegiatan mereka itu tidak ada hubu-ngannya dengan Unsrat. Ha-nya kebetulan saja mereka memiliki kartu mahasiwa Unsrat,” tukasnya.
Ditambahkannya, pihaknya sudah mengantongi nama ke 17 pelaku berdasarkan informasi dari berbagai sumber, masing-masing di Dumai, yakni Tommy Teddy Muisan, Winda Joane, Do-nald Makabimbang, Franky Ro-nald, Vonny Octavia Paat, Susati, Arwin Handri Sumi, Susyane W, Santi Wenas. Sementara di Kabupaten Siak adalah, Davis Sangari, Stephen Malinggato, Reinhard Supit, Siane Suntra, Jean Langi, Meylyssa Walakau, Sinthia Jusuf dan Alfian.(vic)
|
|