HOME : FOOTBALL

Berita Kota Manado dan Sekitarnya 

15 August 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

Ada Skenario Goyang Pemerintah Resmi?


PENERTIBAN Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan pusat kota, yang sempat diwarnai dengan aksi protes keras dari pedagang, hingga mereka nekad menggelar aksi demo di kantor Pemkot dan Dekot Manado, telah memunculkan beragam tangapan plus pujian dari berbagai kalangan. 
Sayang, soal penertiban ini terkesan mulai dimanfaatkan untuk menjatuhkan pemerintah resmi. Entah apakah ada dendam politik di sana, atau apakah ada target politik masa depan, namun yang pasti terkesan ada skenario yang dijalankan untuk menggoyang pemerintahan resmi. 
Salah satu bukti yang bisa ditunjuk adalah, aksi resistensi dari PKL yang digusur selalu dimanfaatkan kalangan tertentu menjadi kesempatan untuk memojokkan pemerintahan resmi. Tak jarang ada bertameng simpati dengan persoalan PKL, kendati disusupi dengan kepetingan politis. Bukan hanya itu saja, sejumlah pertemuan-pertemuan yang bertemakan persoalan relokasi PKL ini, terkesan memojokan pemerintah resmi.
Sementara itu sisi lain dari adanya penertiban ini berdasarkan pemantauan Komentar, selain memunculkan penderitaan bagi PKL, namun ada pula sisi positifnya, seperti wajah pusat kota tampak bersinar serta adanya kenyamanan memarkir kendaran, serta kemudahan menuju pertokoan yang menjadi sasaran perbelanjaan. 
Penertiban ini telah memunculkan kecerahan di kawasan pusat kota dalam artian wajah pusat kota saat ini mulai elok dilihat. Kondisi ini sangat jauh berbeda bila dibandingkan dengan kondisi sebelumnya, dimana adanya kesulitan memarkir kendaraan serta kesulitan menerobos kawasan pertokoan karena padatnya stand-stand penjualan. 
Bagi PKL sendiri hal ini dipandang suatu kebijakan yang merugikan mereka, sebab telah menimbulkan berbagai persoalan baru, termasuk kesulitan mengais rejeki sehubungan lokasi yang dijadikan areal perdagangan dianggap belum memadai, yang implikasinya terhadap kesulitan dalam mencukupi kebutuhan hidup. Mereka sendiri sangat mengharapkan agar pemerintah benar-benar menghargai mereka sebab meraka adalah bagian dari kota Manado sekaligus keberadaan mereka mempengaruhi putaran perekonomian Kota Manado. 
“Kami juga manusia yang membutuhkan makan dan tuntutan biaya hidup, adanya relokasi ini membuat kami kesusahan, jangan cuma memikirkan keindahan kota, tetapi harus juga memikirkan kelangsungan kami,” ujar sejumlah PKL saat di wawancarai Komentar. 
Yang pasti, perlu ada solusi bersama akan hal ini, dan jangan juga ada yang bermain di air keruh, memanfaatkan situasi untuk kepentingannya sendiri.(franny sengkey)

 
  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin