|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Pemkab harus turun tangan
‘Beras Kota’ Dicampur Raskin Beredar di Pasar
|
Saat ini, terindikasi kuat banyak beras asal Bolmong atau akrab disebut ‘Beras Kota’ yang beredar di pasaran telah dicampur dengan beras stok raskin, beras impor berkualitas rendah. Kondisi ini berdampak pada harga beras petani semakin menurun, sementara pedagang akan meraup untung berlimpah.
Sejumlah sumber yang ditemui harian ini mengungkap, beras campuran itu kebanyakan di ba-wa ke luar daerah untuk dijual, tapi tak jarang juga beredar di Kotamobagu sendiri.
Anehnya, beras yang telah ber-campur raskin ini tetap men-caplok nama seperti ‘Sultan’ atau ‘Superwin’ dengan diim-buhi ‘Asal Kota’. Ludi, seorang sopir angkutan Kotamobagu yang biasa mendrop sayur termasuk beras ke luar daerah, menuturkan kepada harian ini bahwa dia pernah melihat se-orang pedagang mencampur be-ras Sultan dengan raskin, satu banding satu. Beras itu ke-mudian tetap dijual dengan nama Sultan, lalu harganya dikasih rendah setikit.
Sedangkan Gafar Ololah, mantan legislator Totabuan dua periode yang sekarang terjun ke prfesi tani, mengakui kalau cam-puran beras kota dengan raskin itu sebenarnya sudah lama menjadi bahan perbincangan warga. Ololah pun mengaku pri-hatin, karena ulah pedagang yang hanya bertujuan meraup untung besar tersebut, sangat merugikan petani dan nama baik beras produksi kota yang selama ini banyak diminati.
“Itu sudah jari rahasia umum. Akibatnya sangat kompleks ter-hadap petani dan Bolmong sen-diri. Harga beli beras kepada petani jadi anjlok, karena peda-gang beralasan mereka men-jualnya dengan harga rendah. Selain itu, nama beras asal Bol-mong jadi rusak di luar daerah,” katanya.
Sebab itu, atas nama petani Totabuan, Gafar Ololah meminta pemkab Bolmong agar segera melakukan operasi pasar. Begitu juga kepada anggota dewan khu-susnya dari komisi B yang mem-bidangi Ekonomi, agar tak hanya diam menyikapi persoalan sosial kemasyarakatan ini. “Kalau per-lu, aparat kepolisian perlu mela-kukan investigasi, dan tidak se-gan-segan menciduk pelaku pencampuran beras asal Bol-mong ini,” tandasnya lagi.
Sementara itu, Pemkab Bol-mong lewat jubirnya Ir Yudha Rantung mengakui kalau pi-haknya sudah lama mendapat kabar tersebut. “Persoalan itu sudah dibahas oleh Asisten II bersama instansi terkait, Dis-perindag. Saat ini, pemerintah sedang melakukan investigasi, dan akan disusul dengan ope-rasi pasar,” ujarnya sambil ber-terima kasih karena telah me-ngingatkan masalah terse-but.(tus)
|
|