|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
SPBU diimbau perhatikan onderdil alat ukur
Pertamina: Suplai BBM di Talaud Aman
|
Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di Kabupaten Talaud hingga mengakibatkan aktivitas masyarakat dan kegiatan pembangunan lumpuh, langsung disikapi Pertamina Manado.
Menurut Kepala Cabang Pertamina Manado Nindiyo Caroko didampingi Wira Penjualan Rama Sinaga, suplai BBM di wilayah yang dipimpin Bupati Dr Elly Lasut ini sudah aman.
“Tadi pagi (kemarin-red) keadaan sudah pulih kembali. Hal ini ditandai dengan suplai BBM di Talaud berjalan aman,” ujar Sinaga yang diiyakan Nindiyo. Keduanya menambahkan, pihak pertamina kelangkaan BBM di Talaud tidak ada unsur kesengajaan, akan tetapi disebabkan karena gangguan cuaca yang selalui terjadi di setiap tahun.
IMBAU SPBU
Sementara itu, munculnya fenomena pengurangan ukuran BBM di Sarana Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang terjadi di pulau Jawa, turut diantisipasi Pertamina Manado. Hal ini dipandang perlu mengingat keberadaan SPBU yang ada di Manado saat ini rata-rata sudah tua.
Kepala Cabang Pertamina Manado Nindiyo Caroko didampingi Wira Penjualan Rama Sinaga, kepada Komentar, Senin (14/08) kemarin mengatakan wajib bagi setiap pemilik SPBU untuk memperhatikan onderdil dari alat ukur SPBU. Pasalnya, hal ini sangat penting untuk menghindari kerugian dan kekecewaan masyarakat, akibat mesin yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. “Dalam pertemuan rutin ini, selain sebagai sarana silahturahmi, juga sempat kita ingatkan pada pemilik SPBU yang ada di Manado untuk memperhatikan onderdil. Sebab, rata-rata kondisi SPBU saat ini sudah tua,” ujarnya.
Di sisi lain, baik Nindiyo maupun Sinaga mengatakan bahwa sejauh ini, kondisi SPBU yang ada di Manado masih relatif aman dan terkendali. Artinya, faktor kesengajaan seperti yang dilakukan di pulau Jawa, hampir tidak terjadi di Manado. “Namun demikian, kami tetap mengimbau kepada pihak terkait dalam hal ini, Kasubdin Metrologi untuk rutin melakukan pengawasan di samping aktivitas tera ulang yang dilakukan setiap tahun. Hal ini wajib dan tidak perlu menunggu sampai ada yang dirugikan,” ungkap keduanya.
(eda
|
|