|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Sumbang Saran untuk Pariwisata Manado
Jacky Sepang
|
Sebagai seorang penduduk senior kota Manado yang tertarik dengan hal-hal yang menyangkut sekotar pariwisata, saya merasa berkewajiban untuk mendukung program Pemkot Manado menuju Kota Pariwisata Dunia tahun 2010.
Paling tidak ada dua hal yang dapat diperoleh warga Manado secara langsung dari ‘wacana’ tersebut ialah aman dan bersih. Untuk mendukung program atau ‘wacana’ tersebut, berikut ini saya sampaikan beberapa hal penting yang perlu kiranya pemkot Manado mengantisipasi sejak dini.
Setiap butir yang saya sampaikan sudah barang tentu ada hubungannya atau terkait dengan pariwisata. Selanjutnya akan dipertimbangkan dari segi kemampuan dana pemkot, artinya apakah pemikiran saya itu perlu dengan dana atau tidak, besar atau kecil atau tidak sama sekali.
Ada sekitar 22 butir saran yang saya ajukan dengan nomor sesuai urgensinya sebagai berikut:
1. Keamanan
Provinsi Sulut merupakan salah satu provinsi di NKRI yang kondisi keamanannya cukup terjamin, keadaan ini merupakan partisipasi seluruh masyarakat Sulawesi Utara, termasuk pemerintah daerah, Polri dan TNI. Mana tamu mau berkunjung bila daerah itu tidak aman. Perlu dana pemkot, tapi tidak besar.
2. Kebersihan Kota/Sampah
Tidak dapat dipungkiri bahwa kebersihan itu mutlak diperlukan di semua tempat. Soal sampah di dalam kota Manado sudah banyak/sering dikeluhkan warga Manado. Nampaknya akhir-akhir ini sudah ada usaha yang berlanjut untuk membersihkan sampah-sampah yang bertebaran di Manado. Penambahan mobil sampah, penambahan kontainer sampah, Jumpa Berlian, malah sudah ada perda kebersihan.
Ini adalah usaha-usaha yang sangat baik, asalkan mendapat respon dari masyarakat Manado secara positif, jangan cuek dan mengganggap kebersihan/sampah itu adalah urusan pemerintah.
Turis akan tidak datang bila tempat tujuannya kotor dan tidak terawat. Masalah kebersihan untuk pemkot Manado membutuhkan banyak duit, yang bila ingin bersih, harus disiapkan dana yang cukup. Harus diperhatikan para petugas kebersihan.
3. Air PDAM
Suplai air PDAM baik kuantitas maupun kualitas saat ini masih sangat kurang sehingga sering dikeluhkan oleh warga Manado. Keadaan ini sangat perlu mendapat perhatian pemkot Manado karena air teramat diperlukan oleh warga termasuk para turis. Mutu air perlu ditingkatkan agar cita-cita dari WMD, yakni bisa minum langsung dari kran air bisa terwujud. Anggaran memang sangat besar, tapi kalau ada investor (WMD?) yang masuk, mengapa tidak.
4. PLN
Tidak dapat disangkal suplai listrik untuk kota Manado masih banyak dikeluhkan warga, terutama untuk permintaan pemasangan baru dengan daya yang cukup besar. Sebagai ibukota provinsi dan berkehendak untuk menjadi kota pariwisata dunia tahun 2010, aliran listrik seyogyanya harus tersedia secara cukup dan berkualitas (jangan padam berjemaah).
Sebagai contoh lampu-lampu jalan harus menyala secara baik dan di siang hari harus dipadamkan. Turis akan takut jalan di malam hari manakala daerahnya gelap, malam hari lampu jalan harus terang benderang, bukan remang-remang. Dana pemkot yang diperlukan tidak terlalu banyak, karena yang bayar adalah rakyat, hanya tingkat disiplin petugas yang perlu ditingkatkan.
5. Disiplin
Ini soal sulit memang, tetapi harus diusahakan oleh kita sebagai warga Manado, umpamanya budaya bersih, termasuk cara berpakaian para petugas pariwisata, budaya antre, budaya malu, hormati aturan-aturan berlalu lintas, tepat waktu (jangan jam karet), hindari sogok/suap kepada petugas pemerintah, tepat janji dan lain-lain. Menurut slogan TNI/Polri: Disiplin adalah napasku, warga Manado perlu contohi itu.
6. PKL
Hal ini merupakan masalah klasik bagi kota-kota besar di seluruh dunia, termasuk kota Manado walaupun relative kecil dengan hanya sekitar 450 ribu penduduk dibandingkan dengan kota Meksiko yang berpenduduk sekitar 25 juta orang.
Pemkot Manado berada dalam posisi sangat sulit. Ingin menertibkan PKL di seputar Pusat Kota (Bendar), akan menimbulkan masalah. Tidak menertibkan akan tetap mendapat kecaman sebagian warga kota, karena kotanya dianggap semrawut.
Menurut saya PKL di pusat kota seyogyanya direlokasi ke tempat-tempat yang tidak mematikan usaha mereka. Dalam upaya merelokasi ini, utamakan orang-orang yang punya KTP Manado. pemberian KTP Manado harus benar-benar memenuhi syarat, jangan asal kasih. Pemkot harus monitor. Jangan hanya karena uang siluman, lalu lurah dan camat asal teken.
Kita harus ingat bahwa bukan PKL atur Pemkot, tapi pemkot yang atur PKL. Memang ini butuh dana yang cukup besar, tetapi kalau demi kota pariwisata, yah harus disiapkan.
7. Bottleneck
Pemerintah membangun jalan untuk multifungsi antara lain untuk kenyamanan dan keamanan bepergian, tanpa banyak gangguan seperti mobil-mobil rusak yang diparkir permanent di pinggir jalan. Juga perlu ditertibkan bengkel-bengkel yang tidak punya lokasi untuk parkir mobil-mobil under repair. Kendaraan-kendaraan seperti ini sangat membuat jalan-jalan umum menjadi sempati alias bottleneck atau leher botol. Jelas ini membuat kota tidak indah alias semrawut.
Demikian juga sering kita lihat mobil-mobil yang akan dijual diparkir di bahu jalan, ini juga harus ditertibkan oleh tibum.
Ada juga orang-orang yang akan membangun bangunan, materialnya diletakkan saja di pinggir jalan yang sudah mengambil sebagian badan jalan. Kita harus ingat bahwa jalan umum itu merupakan kue untuk umum, jadi jangan ada yang menikmati untuk kepentingan sendiri.
Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang dikeluarkan oleh Pemkot harus sangat memperhatikan Roi Lein atau garis sempadan jalan, biar tidak terjadi bottleneck. Contoh di jalan DR Sutomo, ada toko yang sudah pakai badan jalan. Tidak perlu biaya banyak yang diperlukan adalah ketegasan/kejujuran petugas.
8. Disko Berjalan
Terdapat sejumlah mikrolet kita di Manado yang disamakan dengan disko berjalan. Kata orang, tanpa musik yang keras-keras ini, banyak siswa yang kurang senang memanfaatkannya. Mikro-mikro tersebut banyak ditemui di Jalan Tololiu Supit, Jalan Juanda Singkil Wawonasa dan lain-lain jalan yang banyak terdapat sekolah-sekolah SMP dan SMU.
Okeylah, tapi menurut saya, pendatang dari luar daerah/luar negeri sangat merasa terganggu dengan ‘dentuman’ itu. Kami pun orang Manado pada umumnya sudah alergi dengan musij-musik tersebut. Tolong pemerintah tertibkan, cari payung hukumnya untuk bisa melarang. Mungkin terkait dengan mengganggu lingkungan hidup (HAM). Demikian juga dengan musik-musik dalam kota (bendar) so sangat mengganggu, so terlalu rebut. Turis asing menganggap orang Manado ‘jauh dari beradab.’ Penertibannya tidak perlu biaya, hanya disiplin dan ketegasan petugas saja.
9. Knalpot
Ada kendaraan beroda dua/motor yang menggunakan knalpot yang suaranya sangat mengganggu umat lain. Suaranya sangat memekakkan telinga. Ini jelas tidak ada ketenangan adalam berlalulintas. Ada orang yang mainkan tape pelan-pelan dalam mobil ber-AC, tetapi merasa sangat terganggu dengan teriakan knalpot motor atau mobil yang melewatinya.
Orang-orang ini perlu diarahkan untuk menjadi pilot tempur AURI. Tidak perlu biaya, yang diperlukan hanyalah ketegasan petugas berupa sosialisasi kepada masyarakat secara terus-menerus, bila ingin meraih jumlah turis yang banyak.
** Staf Pengajar / Dosen STIEPAR Manado yang juga
Pembantu Ketua Bidang Kemahasiswaan STIEPAR Manado.
|
|