|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Pertokoan Pasar 45 Terbakar
|
Suasana Pasar 45 benar-benar panas. Usai keributan akibat relokasi PKL bebera-pa hari terakhir ini, kini sejumlah toko di kawasan tersebut, diamuk api, Selasa (15/08) sore hingga malam, kemarin.
Sumber api diperkirakan berasal dari Toko Pelangi Jaya, di belakang Ramayana De-partment Store. Tak pelak, pe-ristiwa ini menarik perhatian warga Manado. Untungnya, meski kerugian ditaksir ratu-san juta rupiah dan tak lebih empat toko hangus, namun ti-dak sampai jatuh korban jiwa.
Menurut sejumlah saksi ma-ta, sumber api diduga akibat hubungan listrik arus pendek di toko Pelangi Jaya, yang menjual peralatan listrik dan lampu hias. “Api pertama kali terlihat sekitar jam setengah enam (Pukul 17.30 wita). Waktu toko itu, dan toko sekitarnya sudah tutup,” kata seorang saksi.
Sementara itu Ko Aseng, pemilik Pelangi Jaya menga-ku, dirinya tahu tokonya ter-bakar, setelah ditelepon re-kannya. “Tapi soal kerugian, saya tidak tahu. Baru bisa diketahui beberapa hari lagi,” katanya dengan pandangan nanar. Akibat insiden ini, di-perkirakan kurang dari 10 toko ludes dijilati si jago merah.
Sebenarnya truk pemadam kebakaran sudah ada di lokasi, saat api masih di Toko Pelangi. Malah sampai masuk lorong hingga lima meter dari toko tersebut. Tapi petugas tampak kesulitan memadamkan api. Penyebabnya karena mereka tidak dilengkapi pakaian pe-madam yang memadai. Petu-gas kebanyakan hanya pakai baju seadanya. Malah ada yang masih pakai seragam PNS.
Akibatnya, mereka kepana-san dan tak mampu mendeka-ti sumber api. Bahkan salah seorang petugas pemadam sempat pingsan saat melaku-kan penyemprotan, yang diduga akibat menghirup asap pekat yang menyembur dari dalam toko. Alhasil, dia lang-sung digotong keluar untuk mendapat pertolongan.
Kesulitan ini masih ditam-bah lagi dengan keterbatasan air yang dibawa truk pema-dam. Hingga mereka sering bolak-balik mengisi air. Api kemudian membesar kembali setiap kali mereka pergi. Ke-rumunan warga yang datang menonton juga, ikut memper-sulit mobilitas truk pemadam
Sementara itu manajemen Ramayana Department Store, yang bersebelahan dengan toko Pelangi Jaya, terpaksa menge-vakuasi barang-barang mereka. Ini dilakukan dengan kawalan ketat pihak kepolisian, agar bisa mencegah aksi pencurian dengan berpura-pura meno-long menyelamatkan barang yang belum terbakar.
Dari pantauan koran ini, angin yang lumayan kencang berhembus ke arah laut se-makin memperburuk keadaan. Akibatnya, api cepat menjilati sejumlah toko lain yang berdekatan dengan Toko Pe-langi. Api terlihat bergerak hingga melahap Toko Yem-yem, dekat Hotel Unique Inn (eks pujasera depan Jumbo). Saking sulitnya memadamkan ‘si merah’, pemadam kebakaran Manado sampai kewalahan, padahal sudah menurunkan empat unit damkarnya.
“Beruntung kami mendapat bantuan dari dua truk pema-dam dari Minut, satu dari Bi-tung dan satu lagi dari Mega-mas,” kata Kadisdamkar John Lomban yang turut mengo-mandoi proses pemadaman.
Ternyata truk pemadam ke-bakaran milik Megamas men-jadi tontonan tersendiri. Pa-salnya truk ini lebih canggih dari milik pemkot. Karena lebih besar dan dilengkapi tangga hidrolik yang mampu menjangkau atap pertokoan. Menariknya lagi, bos Megamas Benny Tungka ikut turun langsung mengatur anak buahnya memadamkan api.
Warga yang menonton di bawah Hotel Unique Inn pun sempat kocar-kacir. Pasalnya, terlihat asap keluar dari bawah lantai hotel. Ternyata itu hanyalah asap dari toko Yem-yem yang menjalar ke bawah hotel.
Sejumlah warga Kampung Texas juga ikut turut mema-damkan api. Karena tidak ter-latih, mereka kesulitan meng-gunakan selang yang me-nyemprotkan air dengan ken-cang. Bukannya memadam-kan api, mereka malah men-jadi tertawaan warga lainnya. Sayangnya, sempat terdengar ucapan mensyukuri kebaka-ran tersebut dari kalangan warga yang menonton. “Biar-kan saja toko-toko itu terba-kar. Biar sama-sama tidak bisa berdagang,” ujar salah satu warga.
Seperti diketahui, situasi di Pasar 45 bergejolak sejak Kamis (10/08). Ini berawal dari proses penertiban PKL di kawasan tersebut untuk direlokasi ke Pasar Bersehati. Sementara itu Kasatreskrim Poltabes Manado AKP Roy Sihombing menyata-kan tidak terdapat korban jiwa dalam kebakaran kali ini. Tapi dirinya menampik kalau keba-karan disebabkan sabotase. “Kita harus menunggu hasil penyelidikan dahulu. Namun semua informasi menyangkut kebakaran ini, akan disam-paikan Kapoltabes,” kata-nya.(win)
|
|