|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Banyak Industri Tutup,
Konsumsi BBM Anjlok
|
Dampak kenaikan BBM yang diberlakukan sejak Oktober 2005, ternyata tu-rut mempengaruhi daya beli masyarakat. Akibatnya, kon-sumsi BBM dalam tahun 2006 secara signifikan me-ngalami penurunan hingga 50 persen.
Menurut Kepala Cabang Pertamina Wilayah VII Ma-nado, Nindiyo Caroko, turun-nya konsumsi BBM ini lebih disebabkan oleh banyaknya industri yang tutup, dengan indikator bahwa harga BBM untuk kalangan industri jauh lebih mahal dari BBM yang disubsidi pemerintah. “Dari hasil penjualan SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) selama ini justru tidak terjadi penurunan daya beli. Sebab, kapasitas penjualan berlang-sung normal. Jadi, pemicu tu-runnya konsumsi BBM lebih disebabkan oleh banyaknya industri yang menutup usaha-nya,” ujarnya kepada Komentar, Selasa (15/08) kemarin.
Berdasarkan realisasi pen-jualan BBM, turunnya kon-sumsi BBM dengan jenis pre-mium, dimulai pada Oktober 2005, yang hanya mencapai 29,275 kiloliter (kl). Padahal pada September sebelumnya premium yang dijual mencapai 38,468 kl. Sedangkan untuk BBM jenis solar pada bulan yang sama hanya pada posisi 48,546 kl dari 54,786 kl. Kuota penjualan pada kisaran ini berlangsung hingga Desember. Bahkan penurunannya berlan-jut secara drastis dalam satu semester di tahun 2006.(eda)
Realisasi BBM ex Depot Pertamina
2005 2006
Bulan Premium Solar Premium Solar
Januari 33,513.16 48,683.23 13,620.50 18,712.93
Februari 32,499.84 48,496.39 12,461.80 18,653.73
Maret 32,279.99 47,697.66 13,894.00 20,213.94
April 32,745.95 48,802.91 13,298.00 21,051.55
Mei 34,740.12 48,348.22 14,322.17 21,303.35
Juni 34,002.24 50,101.09 - -
Juli 34,670.99 51,307.83 - -
Agustus 36,175.71 50,633.84 - -
September 38,468.95 54,786.09 - -
Oktober 29,275.30 48,546.42 - -
November 32,128.95 43,987.21 - -
Desember 34,031.37 43,655.05 - -
Sumber: Pertamina Cabang Manado
|
|