|
|
|
![]() |
![]() |
|
Lecehkan Imba, Abid ancam demo media di Sulut
Maengkom: Abid Jangan Sok Pahlawan!
|
Aksi demonstrasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang dipimpin dua personel DPRD Sulut, Abid Takalamingan dan Benny Rhamdani, mengundang reaksi keras dari To-naas Brigade Manguni (BM) Sulut Decky Maengkom. “Kami minta Abid dan Rhamdani segera menghentikan aksi provo-kasinya. Sebab jika tidak, mereka akan berhadapan dengan BM. Jangan sok menjadi pahlawan,” tandas Maengkom.
Maengkom juga mengimbau kepada warga agar mewas-padai adanya pe-juang-pejuang politisi yang meman-faatkan situasi saat ini. “Warga jangan terprovokasi dengan hal seperti ini, ma-rilah kita bangun Ko-ta Manado ini dengan ke-bersamaan dan penuh damai,” ujar pria yang cukup disegani di Sulut itu.
Di lain pihak, hanya karena kecewa atas keengganan pihak eksekutif menghadiri rapat di DPRD Kota Manado terkait masalah penertiban PKL, Selasa (15/08) kemarin Abid melontarkan pernyataan yang tidak etis. Selain meng-hina Walikota Manado, Jimmy Rimba Rogi SSos, ia juga mengancam akan mendemo seluruh kantor harian surat kabar di daerah ini.
“Imba cuma pinter di olah-raga, tidak lebih dari itu. Ma-kanya dia tidak berani datang dalam forum diskusi seperti ini. Kalian (wartawan, red) sudah dibayar, karena itu kami akan mendemo semua kantor pers di Sulut. Kalian kira saya takut dengan pers,” ujar Abid.
Sementara itu KNPI dan MPI Kota Manado lewat ketera-ngan tertulisnya menyatakan mendukung penertiban yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Manado. Sebab menurut kedua organisasi tersebut, pe-nertiban sangat positif dalam rangka penataan wajah ibukota. “Kota Manado kan sedang diu-payakan jadi kota pariwisata dunia, makanya penertiban sangat penting,” kata Ketua KNPI Lecky Senduk bersama sekretarisnya Verry Seke dan Ketua MPI Roy Maramis.
Selain itu, KNPI dan MPI juga meminta pihak kepolisian untuk terus proaktif menga-tasi masalah ini. Pihak kepoli-sian juga diharapkan dapat mengamankan aktor intelek-tual yang memprovokasi PKL melakukan aksi anarkis.(ran)
|
|