|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Momentum Kemerdekaan Bangsa
|
BESOK, tanggal 17 Agustus 2006, Bangsa Indonesia akan memperingati Proklamasi Kemerdekaan RI ke-61. Pengorbanan dari para pahlawan yang telah gugur untuk kemerdekaan bangsa ini, setidaknya menjadi momentum bagi kita dalam melanjutkan kemerdekaan.
Dalam konteks ini, tentunya perlu ada perubahan dalam mentalitas untuk mencapai tujuan yang dimaksud. Maklum, selama ini keterpurukan bangsa tak lepas dari perilaku manusianya. Korupsi merajalela yang menyebabkan keuangan negara jeblok adalah karena perbuatan manusia. Banjir terjadi (sekalipun tidak selamanya) adalah karena manusia tidak menghargai persahabatan dengan alam.
Sejujurnya, manusia Indonesia pada dasarnya adalah manusia yang bermoral dan berperadaban. Akan tetapi seiring dengan perjalanan waktu, nilai-nilai moralitas itu memudar. Nah, sudah saatnya dirombak mentalitas untuk ramai-ramai ber-KKN, studi banding yang tak jelas juntrungannya, serta rupa-rupa problema lain yang sangat merugikan rakyat.
Kalau mentalitas sudah dirubah, lantas bagaimanakah keadaan bangsa ini selanjutnya? Tentu kita sangat berharap bahwa bangsa ini akan berjalan dalam rel menuju perbaikan. Ini merupakan tugas dan tanggungjawab kita bersama. Baik pemerintah maupun masyarakat luas. Orang kaya maupun orang miskin. Pejabat maupun rakyat biasa. Orang yang tinggal di kota maupun desa.
Karena itu, saat ini menjadi penting bagi kita untuk merefleksikan dan memikirkan ulang keberadaan kita, terutama jika dikaitkan dengan pembangunan masa depan bangsa. Cita-cita luhur bangsa ini yang telah dicetuskan oleh para pendiri bangsa, tidak boleh dipinggirkan. Langkah membangun kembali semangat kebersamaan kita. Kita harus sama-sama melakukan gerakan bersama untuk membangun Ibu Pertiwi. Akhir kata, dirgahayu dan jayalah bangsaku.(**)
|
|