|
|
|
|
![]() |
![]() |
Polda Tuding Dishub Sulut Pembohong
Pernyataan pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Sulut melalui Kasi Dal Ops Dishub Soleman Roti dimana sudah beberapa kali mengajukan permintaan opsgab (operasi gabungan) kepada Polda Sulut namun tak direspon, membuat Dirlantas Polda Sulut Kombes Drs Ishak Robinson berang. Tak pelak, Robinson balik menuding Dishub Sulut pembohong.
"Kami tak pernah menerima surat dari Dishub Sulut yang meminta kepada menggelar operasi gabungan. Kalau ada surat resmi yang meminta bantuan Polda yang mencantumkan hari untuk digelar operasi dan lokasinya, masakan kami tak meresponnya. Jadi apa yang dikatakan pihak Dishub Sulut itu tidaklah benar," tuding Robinson.
Diungkapkan Robinson, pihak Dishub Sulut memang telah mengirim surat yang isinya hanya pemberitahuan saja. "Surat yang dikirim itu kan hanya pemberitahuan saja, bukan meminta bantuan," tukasnya dengan nada tinggi.
Mengenai Dishub berwenang dalam pemeriksaan ranmor di jalan diantaranya memeriksa sistem kemudi, rem, lampu, pembersih kaca (wiper), sabuk pengaman, dan ban yang sudah botak, ditampik Robinson. “Yang sebenarnya wewenang Dishub di jalan yakni memeriksa KIR dan ijin trayek, kenapa mau memeriksa sistem kemudi, rem, lampu dan sabuk pengaman. Apalagi kalau sudah meminta dan menahan SIM dan STNK, itu bukan wewenang Dishub,” tandas Robinson sembari mengatakan apa yang dilakukan pihaknya sesuai aturan yang berlaku.
Dikatakannya lagi, jika warga pengemudi merasa dirugikan dimana SIM dan STNK ditahan Dishub langsung melapor ke pihaknya. (jok)
Kapoltabes Bantah PKL Dalang Kebakaran 45
Kapoltabes Manado Kombes Drs Jhon Latumeten SH mengaku geram dengan isu yang menyatakan kebakaran di Pasar 45 pelakunya adalah PKL yang kecewa digusur. Ditegaskan penyebab kebakaran belum ketahui sampai saat ini. Dan tak bisa dikaitkan begitu saja dengan PKL.
“Penyidikan masih dilakukan kepolisian. Sampai saat ini belum bisa dipastikan penyebab kebakarannya. Dugaan awal akibat korsleting di salah satu toko elektronik. Isu-isu yang ada sengaja diciptakan oknum tertentu untuk memperkeruh suasana. Bila kami dapati, orangnya akan ditindak,” tegas Latumeten.
Diketahui, pasca kebakaran yang menghabisi empat toko di kawasan 45, Selasa malam lalu, meninggalkan isu pelakunya adalah kalangan PKL. Pasalnya kebakaran terjadi usai dilakukan penggusuran PKL.(wel)
|
|