HOME : FOOTBALL

Berita Ekonomi dan Bisnis 

19 August 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

Lintas Berita Ekonomi


BEI Prioritaskan Tabungan Premiere  
Dalam awal launching, Jumat (18/08) kemarin, Bank Eksekutif Internasional (BEI) Tbk yang terletak di kawasan Jalan Sam Ratulangi, dalam usahanya menjaring nasabah lebih memprioritaskan tabungan premiere dan Kredit Kendaraan Ber-motor (KKB). Sedangkan untuk kredit modal kerja maupun kredit investasi, belum difokuskan. 
Hal ini menurut Pemimpin Cabang BEI, A Dhihasto, lebih disebabkan oleh tingginya suku bunga, yakni sebesar 19 persen. “Produk andalan kita adalah tabungan premiere dengan suku bunga sebesar 5 persen. Sementara untuk pemberian kredit otomotif, kita lebih memfokuskan pada motor dan mobil,” ujarnya kepada wartawan.
Kehadiran BEI dalam dunia perbankan Sulut ini, menurut Dhihasto, siap bersaing dengan perbankan lainnya. “Meski di Sulut ini banyak perbankan yang bermunculan, namun, kehadiran BEI akan mengalami tren aset yang naik. Sebab, Manado sebagai ibukota propinsi peluangnya sangat bagus. Hal ini diperkuat dengan indikator bahwa dari 50 kota di Indonesia, Manado berada pada urutan ke-17 sebagai kota tujuan in-vestasi,” terangnya.(eda) 

Dra Ricke Sumilat-Tumewu
Andalkan Tuhan Dalam Bisnis
DALAM dunia bisnis, mencari keuntungan yang sebesar-be-sarnya adalah konsep lumrah dan biasa bagi yang men-jalankannya. Malah untuk mewujudkannya, tidak sedikit yang menempuh dan menghalalkan berbagai cara. 
Namun konsep bisnis yang seperti itu, tidak berlaku dalam kamus hidup Dra Ricke Sumilat-Tumewu yang selalu meng-utamakan kejujuran. Sebab pada prinsipnya, pekerjaan apapun, termasuk bisnis, adalah jembatan untuk melakukan yang terbaik bagi Tuhan. Makanya, berkat kejujuran dan ketekunannya itulah kini, dirinya mampu mengelola tiga unit SPBU (Sarana Pengisian Bahan Bakar Umum) masing-masing di Malalayang, Winangun, Minahasa dan satu unit pangkalan minyak tanah. 
“Selama ini orang selalu berpendapat bahwa dunia bisnis itu, dapat melegalkan cara apapun, termasuk di dalamnya unsur ketidakjujuran. Padahal, dengan kita melakukan usaha secara baik dan benar, hal itu lebih dari sekedar keun-tungan,” ujarnya.
Memang jika mementingkan kebutuhan pribadi, kata ibunda dari Erwin (30), Rilya (23) dan Kezia (3) ini selalu tidak per-nah cukup. Sehingga bertolak dari kepentingan inilah, maka kepedulian kepada orang lain tidak lagi menjadi prioritas. “Makanya tidak menghe-rankan jika dalam menjalankan usaha, ada yang bersikap tidak jujur dan itu dianggap sebagai bagian dari bisnis. Bagi saya, hal seperti itu mutlak untuk dihindari. Sebab inilah yang menjadi awal kehancuran,” papar dosen di An-tropologi FISIP Unsrat ini.(helda) 

Pidato Presiden Belum Pengaruhi Harga di Pasaran
Rencana kenaikan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada awal tahun 2007 men-datang, ternyata belum ber-imbas pada harga kebutuhan pokok yang ada di pasaran. Buktinya, Jumat (18/08) kemarin, harga yang berlaku di sejumlah pasar tradisional masih stabil, dan kalaupun ada kenaikan hal itu tidak terlalu signifikan.
Untuk harga beras seperti superwin, masih seperti waktu sebelumnya dijual dengan kisaran harga Rp 4,750 hingga Rp 5 ribu per kilogramnya. Sedangkan untuk KS, PL, Sultan dan Memberamo dijual antara Rp 4,500 hingga Rp 4,300.
Demikian juga untuk mi-nyak goreng masih tetap stabil yakni Rp 5,400 per kilogramnya, gula putih impor Rp 6,500. 
Sementara itu, untuk sejumlah komoditi seperti kacang tanah mulai meng-alami kenaikan. Kalau se-belumnya perkilogramnya Rp 7,500 kini naik pada level Rp 9,500. Demikian juga dengan tepung terigu, per karungnya biasa Rp 93 ribu kini menjadi Rp 94,500. “Kenaikan ini lebih disebabkan oleh kurangnya bahan baku gandum. Sehing-ga tepung terigu mengalami kenaikan sebesar Rp 1,500,” ujar salah satu Distributor UD Makmur.
Meski kacang tanah dan te-rigu mengalami kenaikan, untuk komoditi bawang rica dan tomat (barito) justru ma-kin anjlok. Bawang merah per kilogramnya, kini Rp 11 ribu hingga Rp1 2 ribu, rica Rp 14 ribu dari Rp 16 ribu. Dan tomat Rp 1, 000 dari Rp 3 ribu.(eda) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin