|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
PLN Dinilai Hambat
Investasi Perumahan
|
Masalah krisis listrik yang melanda Sulut, menyusul pernyataan pihak PLN untuk tidak melayani permintaan pemasangan baru maupun penambahan daya dalam beberapa kurun waktu, tak pelak telah merugikan dunia investasi, khsusnya bagi pengembang perumahan.
Menurut Ketua Badan Per-timbangan Organisasi Real Estate Indonesia (BPO-REI) sekaligus Owner PT Connlita Investama, Conny Rumondor, sikap PLN yang demikian ini tidak mendukung program pembangunan pemerintah. “Apa yang dilakukan PLN dalam krisis listrik ini, sangat bertolak belakang dengan upa-ya pemerintah untuk memacu perkembangan dunia investasi. Sebab, ketika dunia investasi mulai menapakkan aktivitas-nya, justru dihambat dengan krisis yang hingga saat ini be-lum ada solusi konkritnya,” ka-tanya kepada wartawan, Jumat (18/08) kemarin.
Yang lebih disesalkan lagi da-lam situasi ini, ungkap Rumon-dor, PLN benar-benar sudah ti-dak memihak pada kepenti-ngan masyarakat. Pasalnya, jika keberpihakan itu untuk warga, tentu sudah ada penye-lesaian yang pasti. “Selama ini PLN menyatakan tidak ada pe-nambahan daya, tidak ada pe-masangan baru. Ternyata hal itu hanya berlaku untuk kala-ngan standar. Sebab, ketika kita menawarkan harga berapa kali lipat, permintaan itu lang-sung direspons tanpa ada ken-dala berarti. Ada apa sebenar-nya dengan PLN,” ujarnya.
Sejauh ini dari pengem-bangan usaha perumahan, pihaknya telah mengajukan daftar tunggu sejak 2002, yakni 900 watt untuk tipe peruma-han menengah ke bawah dan 1300 watt untuk perumahan menegah ke atas, yang jumlah-nya mencapai sekitar 342 unit rumah.
“Sampai sekarang kita ma-sih dalam program waiting list. Ini adalah hambatan yang me-mandegkan investasi. Bahkan dengan kondisi ini, kita dapat mengalami penurunan daya jual rumah hingga 50 persen,” tambahnya.(eda)
|
|