|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Tak sesuai target pencapaian PBB
Bupati Ancam Copot Camat Malas
|
Meski batas waktu pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di tahun 2006 ini akan berakhir bulan September mendatang, ternyata sejumlah camat yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), belum bisa mencapai target sesuai ketentuan dari pihak Pemkab Minsel.
Hal ini seperti yang terlihat disela-sela malam kenegaraan HUT RI ke 61, Kamis (17/08) malam, di Aula Wale Cita Waya Kantor Bupati Minsel. Dimana, dari 20 kecamatan yang ada, ternyata baru tujuh kecamatan yang melunasi PBB. Hal ini ten-tunya membuat, Bupati Minsel Drs Ramoy Luntungan gerah dan menyatakan siap mencopot sejumlah camat yang dinilai malas dalam perolehan tagihan PBB tersebut.
Adapun tujuh kecamatan di Minsel yang lunas Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dan men-dapat penghargaan dari bupati masing-masing, Kecamatan Pu-somaen, Ratahan, Ratatotok, Touluaan, Belang, Modoinding, dan Ranoyapo.
“Camat yang ada di Minsel ini kwa, memang sedikit ka-bal dan manja. Masa cu-ma deng menagih pajak tidak bisa. Itu berarti mereka cuma ada tidur di lapa-ngan tidak bisa meyakinkan dan mengambil hati warganya sendiri,” beber salah seorang pejabat Minsel yang enggan na-manya di korankan kemarin.
Di sisi lain, Bupati Luntungan sendiri menegaskan, pemberian penghargaan kepada camat ber-prestasi itu tak lain, untuk me-motivasi para camat dan kum-tua, lurah, dalam menggenjot PAD lewat penerimaan PBB di wilayah masing-masing.
“Digelarnya pemberian peng-hargaan, itu supaya camat lain-nya tergerak hatinya. Yang jelas, sebelum jatuh tempo batas akhir penyetoran PBB. Semua camat harus lunas PBB, kalau tidak akan ada penyegaran,” tegas Luntungan.(pen)
|
|