|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Sumbang Rp 25 juta di Matali
Brani Luruskan Soal Dana Asmara
|
Heboh soal kasus ‘dana asmara’ membuat salah satu personel Deprop Sulut asal Bolmong, Benny Rhamdani alias Brani, angkat bicara. Ia meluruskan, bahwasanya dana asmara untuk Bolmong berjumlah total Rp 1 miliar, yang disalurkan 10 anggota De-prop asal daerah ini (masing-masing dipercayakan membagi Rp 100 juta), sudah tepat pada peruntukkannya.
Jadi, opini yang berkembang bahwa dana itu dibagi ke enam desa masing-masing mendapat Rp 150 juta, adalah ti-dak benar. Demikian disampaikan Brani usai bersilaturahmi dengan warga Kelura-han Matali Kecamatan Kota-mobagu Timur, sekaligus me-nyerahkan Rp 15 juta dana as-mara, Jumat malam pekan lalu.
“Dana asmara itu hanya disalurkan untuk tiga hal, yaitu sosial, keagamaan dan kepe-mudaan. Tidak mung-kin satu desa meneri-ma sampai Rp 150 juta, kan setiap anggota dewan dari Bolmong hanya mendapat Rp 100 juta. Jadi ban-tuan di satu desa hanya antara Rp 10 sampai 20 juta,” terang dia.
Adapun dana asmara yang diserahkan Brani di Matali berjumlah total Rp 25 juta. Rp 10 juta tunai untuk bantuan pembangunan masjid langsung diterima Lurah setempat. Se-dangkan Rp 2,5 juta untuk BKMT dan Rp 2,5 juta untuk remaja masjid, baru akan diserahkan pekan depan. Se-lain itu, karena usulan warga, brani berjanji akan menambah bantuan masjid Rp 10 juta lagi, yang akan dianggarkan di APBD Propinsi 2007.
Pada bagian lain saat ber-bincang-bincang dengan war-tawan, Brani menyatakan kesiapannya untuk diusung menjadi calon wakil walikota Kotamobagu pasca pemekaran nanti. “Kalau untuk walikota, saya belum ada niat. Tapi kalau diusung di posisi wakil waliko-ta, saya siap,” ujarnya penuh makna, sembari menambah-kan tiga figur yang pantas men-jadi walikota KK nanti adalah Hamdi Paputungan, Syachrial Damopolii dan Jelantik Moko-dompit.(tus)
|
|