|
|
|
|
![]() |
![]() |
Ketua Badan Pertimbangan Organisasi Real Estate Indonesia (BPO-REI) Conny Rumondor mengatakan, dalam perkembangannya dewasa ini, bisnis perumahan tengah mengalami kelesuan. Hal ini berbeda jauh, dibandingkan dengan tahun 2000 yang dinilainya cukup prospektif.
“Bisnis perumahan saat ini, memang berbeda jauh dengan tahun 2000 lalu. Kalau saat ini, dalam sebulan, maksimal penjualan hanya berkisar pada hingga lima unit saja. Dan ini berlaku untuk semua tipe rumah,” ujarnya tanpa merinci penyebab anjloknya permintaan akan perumahan.
Untuk menggairahkan bisnis ini, pihaknya sudah berupaya maksimal, antara lain dengan membangun berbagai tipe rumah, yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat untuk kalangan menengah ke atas dan kalangan menengah ke bawah.
“Upaya ini kita lakukan sambil mencari tahu tipe rumah mana yang paling banyak diminati. Namun ketika hal ini kita lakukan, ternyata animo masyarakat untuk membeli rumah belum menunjukkan perubahan yang signifikan,” ujar Rumondor yang juga merupakan owner dari PT Connlita Investama.
Untuk bisa menarik minat masyarakat membeli rumah, maka berbagai upaya sedang dan akan dilakukan, antara lain dengan memberlakukan potongan harga, seperti yang dilakukan PT Connlita Investama. “Potongan uang muka ini berlaku untuk semua tipe, masing-masing sebesar Rp 2 Juta,” ujarnya menambahkan.(eda)
|
|