|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Infrastruktur jalan dan jembatan rusak
Dua Desa di Minahasa Terancam Terisolasi
|
Dua desa di Minahasa yang terletak di Kecamatan Langowan Selatan, masing-masing Rumbia dan Temboan, terancam terisoler. Ini menyusul kerusakan infrastruktur ruas jalan dan jembatan yang menghubungkan Desa Palamba dengan dua desa di belahan selatan wilayah Langowan tersebut.
Dari pantauan harian ini, Senin (21/08) kemarin, keru-sakan ruas jalan di sana ter-golong cukup parah. Belum lagi satu jembatan di antara Palamba dam Temboan-Rum-bia, yang kondisinya nampak sangat memprihatinkan. “Kalo ada oto mo lewat di jem-batan ini, penumpang mesti turun dulu. Soalnya dapa lia tu jembatan nyanda kuat. Lia jo depe bahan dasar jembatan cuma kayu,” tandas salah satu petani Desa Atep.
Sementara menurut sejum-lah warga Temboan, kerusa-kan ruas jalan dan jembatan ini sudah lama berlangsung. Namun perhatian pemerintah tidak nampak. Padahal jalan dan jembatan di sana adalah akses transportasi satu-sa-tunya yang menghubungkan antara Desa Temboan dan Rumbia, dengan pusat kota Langowan. Kalo nda ada per-baikan, lama-lama torang pe produksi pertanian dan ke-lautan so susah mo maso La-ngowan,” timpal petani asal Desa Temboan lainnya.
Camat Langowan Selatan, Rully Momor SSos ketika di-konfirmasi mengatakan kalau ruas jalan Desa Atep-Palam-ba, sampai di simpang tiga Temboan-Rumbia, akan sege-ra diperbaiki Pemkab Minaha-sa pada tahun anggaran ini. Itu sudah termasuk jemba-tan. “Kalau saya tidak salah lihat dalam draf proyek di dinas Kimpraswil Minahasa, tahun ini ruas jalan disana sudah akan di-hotmix. Tapi untuk ring road Rumbia-Temboan, itu kewenangan pemerintah pusat yang pem-biayaannya diambil dari APBN,” tandas Momor.(dav)
|
|