|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Ribuan massa tumplek di Lapangan Gesit
Tahuna
Saligana Unjuk Kekuatan
|
Pasangan Drs Winsulangi Salindeho-Jabes Gaghana (Saligana), seakan menunjukkan kekuatan di kampanye perdana sekaligus deklarasi pasangan, Sabtu (19/08) lalu. Buktinya, khusus di Dapil I Sangihe yang terdiri dari tiga kecamatan yakni Kendahe, Tahuna dan Manganitu, spontan sekitar 7000-an pendukung tumplek di lapangan Gesit Kota Tahuna.
Terpantau, menjelang pelaksanaan kampanye, beberapa ruas jalan di kota yang letaknya di teluk pulau Sangihe ini dibuat macet total. Lapangan Gesit yang punya daya tampung sekitar 5000 orang itu tak mampu menampung massa. Akibatnya ribuan massa pencinta Saligana lainnya terpaksa meluber hingga di luar lapangan Gesit dan kompleks pertokoan di pusat kota.
Pada pembukaan kampanye itu turut hadir unsur DPP Partai Golkar Drs Theo L Sambuaga dan beberapa komponen pengurus DPD Golkar Sulut, Drs AJ Sondakh, Ruben Saerang dan Denny Tindas SE. Sambuaga dalam orasinya menegaskan bahwa pasangan hasil peleburan PG dan PDI-P ini adalah pasangan yang elektibilitasnya cukup tinggi karena selain mendapat dukungan rill, juga sudah teruji dan punya kemampuan untuk membangun daerah sekaligus mengamankan beranda depan NKRI. “Sehingga dengan demikian rakyat Sangihe harus mendukung pasangan Saligana. Pasangan ini tak lagi mengumbar janji, tapi ingin terus membuat perubahan yang mulai tampak selama kurun waktu dua tahun terakhir. Saya salut dengan kinerja Winsulangi, apalagi kini akan didampingi papan duanya yang punya latar belakang ekonom yang handal,” ujar Sambuaga dihadapan ribuan pendukung yang secara antusias mendukung paket Saligana.
Yang menarik pada kesempatan itu juga salah satu ketua DPP PDIP Prof Dr Mamka Hag yang turut hadir dalam kampanye perdana ini termasuk anggota DPR-RI Olly Dondokambey dan Frangky Wongkar SH dari pengurus PDI-P Sulut menyinggung soal status Femmy Mamudi. Menurut Hamka, menegakkan disiplin dan aturan partai, DPP PDIP melarang Femmy Mamudi, menggunakan atribut PDIP dalam kampanyenya sebagai calon Wakil Bupati dari pasangan MaMa. Hal ini juga dipertegas berulang-ulang dihadapan masa pendukung Saligana. “Dewan Pimpinan Pusat PDIP telah mengeluarkan keputusan memberikan teguran keras kepada Mamudi atas sikapnya yang melakukan pembangkangan pada keputusan partai, dan itu termasuk melarang yang bersangkutan mengunakan atribut partai dalam kampanyenya sebagai calon Wakil Bupati,” papar Hamka Haq. Dijelaskannya, Mamudi telah melakukan pelanggaran berat hingga harus menerima sanksi partai. “Pokoknya Femmy Mamudi bukan calon PDIP. Calon PDIP adalah pasangan Saligana,” tandas Hamka yang disambut tepuk tangan ribuan pendukung Saligana. Di bagian lain pelaksanaan kampanye Saligana di Dapil Siau juga dilaporkan secara rill mendominasi pelaksanaan kampanye di kawasan tersebut pada hari yang sama. Sekitar 6000 lebih massa pendukung Saligana menghadiri kampanye yang dilaksanakan di Kota Ondong kecamatan Siau Timur. (med)
|
|