|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Pemkot Perlu Tingkatkan Kesejahteraan Pemadam Kebakaran
|
Beberapa hari terakhir, sudah terjadi sedikitnya lima kebakaran di kota Manado. Memang, peristiwa kebakaran sepertinya sudah menjadi masalah musiman juga. Soalnya kejadian seperti ini kerap terjadi di musim kemarau. Selain sedikit dipengaruhi faktor alam, peristiwa ini juga lebih banyak disebabkan oleh kelalaian manusia. Seperti masalah hubungan arus pendek (korsleting), api rokok yang dibuang ke semak-semak yang kering, anak kecil yang memainkan korek api hingga membakar rumah, atau sejumlah alasan lainnya.
Tapi dampak kebakaran tersebut sebenarnya juga bisa diminimalisir pemkot jika tersedia sistem pemadam kebakaran yang memadai. Misalnya lewat penambahan jumlah truk pemadam. Soalnya saya membaca di media cetak, bahwa pemkot hanya punya empat truk pemadam. Bahkan saat kebakaran di Pasar 45, pemadam kebakaran pemkot Manado terpaksa dibantu truk pemadam dari pihak swasta, dalam hal ini dari kawasan Megamas. Juga bantuan dari pemkab Minut dan pemkot Bitung.
Meski demikian yang patut dan tak boleh ketinggalan harus diperhatikan pemkot, adalah tingkat kesejahteraan para petugas. Berdasarkan informasi yang saya peroleh, kebanyakan petugas pemadan adalah pegawai honorer. Hal ini sungguh memprihatinkan. Soalnya bagaimana mengharapkan mereka bekerja maksimal jika hanya diberi pendapatan yang minim. Padahal kerja mereka termasuk pekerjaan berisiko tinggi yang bisa mengancam keselamatan jiwa mereka. Oleh sebab itu kiranya pemkot memperhatikan dan meningkatkan pendapatan mereka. Tapi jangan lupa meningkatkan juga kesejahteraan PNS di bagian yang lain.
Abraham Lasut
Rike, Manado
|
|