|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Gaji Naik = Kesengsaraan
Rakyat
|
Meski baru akan diberlakukan pada tahun 2007 mendatang, tetapi janji Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menaikkan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebesar 15 persen, namun hal itu merupakan satu hal yang perlu disyukuri, khususnya oleh para abdi negara tersebut.
Sebab bagaiman pun juga, kenaikkan gaji ini merupakan langkah berani yang diambil oleh pemerintah, ditengah-tengah kondisi bangsa yang kekurangan anggaran. Kalau pun ada, itu pasti merupakan uang pinjaman dari negara lain.
Karena kita ketahui bersama bahwa dengan kenaikan gaji tersebut, berarti beban anggaran untuk sektor belanja pegawai, akan meningkat. Paling tidak peningkatannya sebesar 15 persen dari anggaran sebelumnya, sesuai dengan besaran kenaikan gaji tersebut.
Namun sayangnya, rencana kenaikan gaji tersebut tidak lantas membuat para PNS kegirangan. Mereka sepertinya adem ayam saja dan tak menganggap hal ini sebagai satu hal yang luar biasa. Bahkan tak sedikit pula rasa khawatir yang muncul dikalangan PNS, terkait dengan ekses yang akan muncul sebagai akibat kenaikan gaji tersebut.
Kekhawatiran itu tak lain adalah kenaikan harga. Sebab sudah bukan rahasia lagi bahwa setiap kali terjadi kenaikan gaji, maka harga di pasaran pasti akan ikut naik. Dan bahkan kenaikannya melebihi prosentase kenaikan gaji.
Dan sayangnya pemerintah sepertinya tak bisa mengontrol keadaan ini. Pada hal yang naik gaji itu hanya PNS, sementara non PNS tidak. PNS sendiri sesuai data Badan Kepegawaian Nasional (BKN) hanya 2 persen dari total jumlah penduduk. Sehingga program kenaikan gaji PNS selama ini boleh dikata menjadi sumber kesengsaraan bagi sebagian besar rakyat Indonesia.
Agar hal ini tidak terjadi, maka seharusnya pemerintah bisa mengendalikan harga-harga di pasaran. Bukan seperti yang terjadi selama ini, bahwa kewenangan itu sepenuhnya menjadi kewenangan para pelaku pasar (pedagang). Dan tidak juga pasrah seperti yang diungkapkan Kepala Dinas Perindag Sulut, Albert Pontoh bahwa kenaikan harga itu merupakan kejadian alamiah seiring dengan meningkatkan pendapatan masyarakat.(**)
|
|