|
|
|
|
![]() |
![]() |
Selenggarakan Turnamen Tenis International
Pemprop Pelti Sulut Dinilai Sukses
KEBERHASILAN menyelenggarakan Turnamen Tenis Internatinal di Kota Manado membuat Pengurus Propinsi (Pemprop) Pelti Sulut menuai pujian. Tak tanggung-tanggung, pujian datang dari pemain, wasit hingga sponsor utama yang ikut berpartisipasi di Salonpas Int. Tennis Championship 2006, yang berakhir, Sabtu pekan lalu di Lapangan Tenis Sario Manado.
Juara tunggal putra, Suwandi seusai pertandingan memuji penyelenggaraan kegiatan tersebut. Tak hanya itu, banyaknya penonton yang datang juga mendapatkan apresiasi positif dari Suwandi. “Terima kasih kepada seluruh penonton yang selalu memberikan suport ketika kami bermain. Terima kasih juga saya ucapkan kepada pihak panpel serta seluruh perangkat pertandingan,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Elbert Sie, yang menjadi juara ganda putra berpasangan dengan Bonit Wiryawan serta runner up tunggal putra. Menurutnya, dukungan penonton sangatlah membantu dalam perjuangannya meraih hasil terbaik di iven tersebut. Ungkapan senada disampaikan wasit ITF, Mr Hany El-Khafief dari Mesir. Ia bahkan berharap bisa kembali ke Manado untuk memimpin suatu pertandingan.
Suksesnya penyelenggaraan iven yang diketuai Albert Wuysang tersebut memang tidak lepas dari peran Pengprop Pelti Sulut pimpinan Ir Vecky Lumentut MSi. Selain berhasil melobi PB Pelti untuk menjadi tuan rumah iven international, Pelti Sulut juga sukses memobilisasi penonton untuk datang menyaksikan iven tersebut dari babak penyisihan hingga babak final.
Mengomentari tentang hasil tersebut, Vecky Lumentut hanya bisa tersenyum. Namun, dibalik itu, ia mengaku bangga dengan hasil kerja dari seluruh panpel dalam mempersiapkan hingga menyelenggarakan iven tersebut. Selain itu, Lumentut justru melihat sisi positif dari kegiatan tersebut karena para petenis manca negara sudah mengenal Kota Manado. Itu terjadi karena pihan panpel memfasilitasi para pemain dari manca negara untuk berkunjung ke Bunaken.(dni)
Debby Caroles Bimbang
SETELAH menerima tawaran dari Propinsi Banten, sprinter senior Sulut, Debby Caroles kini dilanda kebimbangan. Pasalnya, usai menandatangani kontrak dan dipekerjakan sebagai tenaga kontrak di KONI Banten, Debby justru belum mendapatkan izin pindah dari PASI Sulut. Padahal, menurut rencana, dalam waktu dekat ini, Debby akan tampil memperkuat Tim Cilegon di Pekan Olahraga Daerah (Porda) Propinsi Banten.
Selain masalah kepindahan belum tuntas, Debby juga dikabarkan tengah dilirik Kaltim untuk berlaga di PON 2008 mendatang. “Sebenarnya saya ingin tetap di Sulut jika ada jaminan untuk mendapat kerja. Tapi, hingga sekarang saya tidak tahu pasti apakah nanti bisa mendapatkan kesempatan untuk direkrut menjadi PNS Sulut. Kata Ketua Umum PASI Sulut, Djenri Keintjem, Oktober nanti ada perekrutan CPNS, jadi saya bingung sekarang,” tutur di Lapangan, KONI, kemarin.
Menurut Debby, ia siap melepaskan seluruh tawaran yang ia terima asalkan benar-benar mendapatkan pekerjaan di Sulut. Sebab, selama ini ia sudah beberapa kali mengikuti tes CPNS di Sulut, tapi selalu gagal. “Siapa sih yang tidak ingin tetap membela Sulut?. Tapi kalau berlatih terus tanpa ada jaminan masa depan, bagaimana?,” sebutnya menerawang.(dni)
Ikasi Sulut Fokus ke Kejurnas Senior
UNTUK meloloskan atlet ke pelatnas SEA Games 2007, Pengprop Ikasi Sulut kini terus mematangkan persiapan atlet menuju Kejurnas Anggar Senior di Jakarta, November mendatang. Sekitar 20 atlet kini telah memasuki program latihan guna menghadapi iven bergengsi tersebut.
Komtek Ikasi Sulut, Wellem ‘Os’ Tarega mengatakan bahwa pihaknya terfokus untuk kejurnas senior karena iven tersebut dijadikan barometer bagi perekrutan atlet ke SEA Games Thailand. “Kejurnas senior dijadikan seleksi akhir atlet yang akan tampil di SEA Games 2007. Karena itulah, seluruh atlet dari Sulut harus tampil optimal untuk meraih kesempatan ke SEAG,” kata Tarega, kepada Komentar di Sekretariat KONI Sulut, kemarin.
Dikatakannya, untuk bisa meraih prestasi di kejurnas, pihaknya akan melakukan seleksi ketat agar seluruh atlet benar-benar siap untuk bertanding di kejurnas nanti. “Mungkin hanya sepuluh atlet yang bisa disiapkan ke kejurnas nanti. Karena itulah, proses seleksi akan dilakukan secara ketat,” ujar pelatih bertangan dingin tersebut.
Kendati demikian, Tarega mengaku bahwa kendala utama ketika mempersiapkan atlet ke kejurnas adalah minimnya dana yang dimiliki dalam menjalankan pelatda. “Kalau saja ada dana tersedia, peluang atlet Sulut untuk lolos ke pelatnas cukup besar sebab kami bisa mengirimkan atlet yang lebih banyak untuk mempersulit daerah lain. Tapi, kalau dana terbatas, terpaksa kami hanya akan mengirimkan atlet terbatas juga,” tutur Tarega, yang juga adalah pelatih nasional.(dni)
Bonus PON 2000 Dipertanyakan Lagi
BELUM tuntasnya masalah bonus PON XV 2000 membuat sejumlah atlet peraih bonus gelisah. Pasalnya, hingga saat ini belum ada kejelasan hingga kapan mereka harus menunggu. Tak heran jika masalah bonus PON Surabaya itu kembali dipertanyakan. Para atlet yang bersuara menanyakan status kapling diantaranya atlet biliar, James ‘Liku’ Lengkang, atlet pencak silat, Danny Kumenaung, atlet bridge, Henky Lasut, atlet tinju, Bonyx Saweho, pelatih atletik, Sonny Terok dan pelatih pencak silat, Ventje Simbar.
Menurut Sonny Terok alangkah baiknya pihak Pemprop Sulut memberikan kepastian kapan pemberian bonus bisa diserahkan. Sebab, jika harus menunggu proses hukum tanah Pacuan Kuda selesai, tidak ada kepastian kapan bonus itu bisa diberikan. “Ya kami hanya butuh kepastian. Kalau memang bonus telah siap dibagikan, kapan dan dimana bisa kami terima,” katanya dengan penuh harap.(dni)
|
|