|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Panglima TNI: Perlu dipikirkan lagi
Pemerintah Jangan Gegabah Kirim Pasukan ke Libanon
|
Ketua Badan Kerja Sama An-tar Parlemen (BKSAP) DPR Abdillah Toha berharap, pe-merintah tidak terlalu gega-bah dalam mengirimkan pasu-kan perdamaian ke Libanon. Pemerintah diminta untuk mempelajari rule of engange-ment (aturan pertempuran) sebelum memberangkatkan pasukan.
“Pemerintah jangan bernafsu kirim pasukan ke sana, nanti bisa-bisa terjebak dalam man-dat operasi yang membahaya-kan posisi militer dan politik kita,” ujar Abdillah di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/08) seperti dilansir detik.
Apalagi, PBB hingga saat ini belum memiliki kesepakatan atas mandat yang akan dibe-rikan kepada pasukan perda-maian tersebut. Dijelaskan dia, sangat dimungkinkan akan keluar resolusi baru PBB setelah Resolusi Nomor 1701. “Kabarnya ada resolusi baru. Itu yang harus dipelajari,” tegasnya.
Menanggapi penolakan Is-rael atas masuknya pasukan perdamaian yang tidak memi-liki hubungan diplomatik de-ngannya, Abdillah yang juga politisi PAN menilai Israel tidak memiliki hak untuk me-nolak pasukan perdamaian tersebut.
Pasukan perdamaian, imbuh dia, tidak dikirim ke Israel, melainkan ke Libanon untuk mewujudkan perdamaian di sana. “Itu wewenang ada di PBB,” tandasnya.
Sementara itu Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto ke-pada wartawan menyatakan, Mabes TNI yang sudah me-nyiapkan 1000 personel hing-ga saat ini belum mendapat pemberitahuan dari pemerin-tah soal penolakan negara Yahudi tersebut.
“Kami belum mendapat pem-beritahuan dari pemerintah. Sampai saat ini kami menung-gu keputusan,” bebernya usai mendampingi Menteri Perta-hanan Juwono Sudarsono bertemu Menhan Singapura Teo Chee Hean di kantor Dep-han, Jalan Medan Merdeka Barat, silang Monas, Jakarta, Selasa (22/08) siang.
Adanya tarik-menarik antara Indonesia dan Israel yang sampai sekarang belum sele-sai, menurut Djoko Suyanto, perlu dilakukan pengkajian kembali secara mendalam. “Apakah kita benar-benar akan berangkat ke sana? TNI masih menunggu perkemba-ngan,” tukasnya.
Keberangkatan pasukan TNI yang akan bergabung dalam peace keeping force belum bisa dipastikan karena PBB sendiri juga belum mengambil ke-putusan negara mana saja yang akan diikutsertakan.
Panglima TNI juga menam-bahkan, pihaknya terus me-minta informasi perkemba-ngan di Libanon sendiri dari kementerian luar negeri. Ma-sukan-masukan itu, kata Djo-ko, diperlukan untuk terus memantau kondisi terkini di lapangan.
Sejauh ini, imbuhnya, 1000 prajurit TNI yang siap dibe-rangkatkan ke Libanon sudah melakukan latihan intensif untuk mengenali medan dan cuaca di sana. Latihan terse-but terus digeber untuk meng-antisipasi kondisi riil di Libanon.(dtc/rmc)
|
|