|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Prihatin krisis kelistrikan di Sulut
Pengusaha Kawanua Gaet Konglomerat Malaysia
Laporan: Landy Wowor Kuala Lumpur, Malaysia
|
KRISIS listrik yang sudah berlangsung lama di Sulut, kian memprihatinkan. Berba-gai upaya perlu dilakukan un-tuk mengatasi masalah ini. Pihak PLN sendiri sampai saat ini masih jalan di tempat, padahal terobosan-terobosan perlu dilakukan.
Untung ada pengusaha ber-darah Kawanua yang peduli tentang kesulitan Sulut ini. Dialah Ventje Rumangkang yang bertekad memacu renca-na pembangunan power plant (pembangkit listrik), yang di-harapkan nanti, mampu me-ngeliminir ekses yang timbul akibat kekurangan tenaga listrik.
“Krisis listrik bisa mengaki-batkan roda perekonomian daerah macet, bahkan bisa memicu gesekan di tengah masyarakat.
Karena itu perlu ada upaya bersama untuk mengatasi-nya,” kata Rumangkang dalam percakapan dengan Komentar di Kuala Lumpur, Malaysia.
Pria yang akrab disapa Om Ventje ini mengatakan, pihak-nya sedang berusaha keras untuk segera mewujudkan rencana membangun power plant di Sulut. “Rencana kita, power plant yang akan diba-ngun seluruhnya berkekuatan 4 kali 55 MW, namun untuk tahap awal akan diprioritas-kan 2 kali 55 MW,” katanya se-raya menambahkan, “Program prioritas itu dimaksudkan un-tuk secepatnya menutupi ke-kurangan pasokan listrik yang kian bertambah di Sulut.’’
Untuk itu, Om Ventje menga-kui, pihaknya akan bekerja sama dengan investor dari Malaysia dari YTL Power Inter-national Berhad. Perusahaan yang dimiliki salah satu dari lima konglomerat teratas di Negeri Jiran itu juga, sudah secara khusus menyatakan kesediaan untuk mendukung proyek dimaksud.
“Pembicaraan kita untuk merealisir program ini sudah cukup intens. Bahkan sejum-lah staf mitra kita itu sudah sempat melakukan kunju-ngan lapangan melihat lang-sung keadaan di Sulut baru-baru ini,” katanya lagi. Bah-kan, pekan lalu, pertemuan dan pembicaraan intens juga sudah dilakukan di Kuala Lumpur. Kegiatan berlang-sung dalam suasana hangat.
Rumangkang didampingi sejumlah staf terasnya, antara lain Steven Rumangkang, MBA. Dari YTL Power sendiri, hadir langsung Executive Director, Dato’ Yeoh Seok Hong, DSPN, JP didampingi sejumlah staf terasnya, terma-suk Director Projects, Joseph CM Tan. Pertemuan berlang-sung di dua tempat, pertama di Residences The Ritz Carlton Hotel, dilanjutkan di Pulau Pangkor Laut, milik sang konglomerat.
Kegiatan turut disaksikan Ketua DPR RI, H Agung Lak-sono dan pejabat teras badan kelistrikan pusat, sebuah institusi yang khusus meng-emban tugas membangun sumber tenaga listrik nasio-nal.
Selain itu, turut hadir mem-beri dukungan, Gubernur Sulut Drs Sinyo Harry Sarun-dajang, Ketua DPRD Sulut, Syachrial Damopolii, Ketua Bappeda Sulut, Ir Alex Wowor, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Sulut, Ronny Mamesah, Ketua BIMP-EAGA Sulut, Jeffry J Wurangian, BP Kapet Manado-Bitung, Dr Noldy Tuerah, Anggota DPRD Sulut, Jones Rumangkang, Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Arnold Laoh SH.
Dalam seluruh rangkaian pembicaraan, Gubernur Sulut secara serius ikut melobi Dato’ Hong, termasuk membuka peluang untuk melakukan investasi di berbagai bidang lainnya di Sulut. “Sebagai pemerintah daerah, kami membuka kesempatan luas bagi setiap investor untuk me-nanamkan modalnya di Sulut. Apalagi seperti proyek bersa-ma Om Ventje Rumangkang yang berkaitan langsung de-ngan hajat hidup rakyat. Ma-kanya, Pemerintah daerah akan membantu semampunya agar proyek ini bisa segera dimulai,” ujar Sarundajang.
Dukungan juga disampaikan Ketua DPRD Sulut, Syachrial Damopolii. Sementara itu, pihak YTL pun tampaknya serius un-tuk bekerjasama menanamkan modalnya di Sulut. “Tentu saja, kami juga ingin untuk bisa bekerjasama. Bahkan kita ingin kalau bisa lebih cepat, lebih bagus. Siapa tahu kita bisa juga sekaligus melihat bidang lain yang potensial di Sulawesi Utara,” kata Dato’ Hong.
TINJAU SULUT
Setelah melalui beberapa ta-hapan pembicaraan, belaka-ngan disepakati, sebuah tim dari YTL Power segera berkun-jung lagi ke Sulut. Kegiatan di-rencanakan hari ini, Rabu. Diharapkan, kata Joseph Tan, kunjungan kedua ini akan memberi banyak kemajuan, termasuk bisa memastikan lokasi untuk pembangunan power plant.
Peninjauan juga diharapkan bakal melibatkan semua pi-hak terkait, termasuk Dinas Pertambangan dan Energi dan Badan Pertanahan Nasional.
Kadis Pertambangan dan Energi Sulut, Ronny Mamesah yang ikut bersama rombongan Gubernur ke Kuala Lumpur pekan lalu, awal pekan ini ber-gegas kembali ke Manado un-tuk melakukan berbagai per-siapan. “Pembangunan power plant ini merupakan proyek strategsi. Sebab kita tahu ber-sama persoalan listrik di Sulut sudah sangat serius. Sampai sejauh ini, daftar tunggu un-tuk mndapatkan pasokan lis-trik sudah mencapai sekitar 80 MW. Makanya diharapkan proyek ini dapat segera dimu-lai,” katanya.
YTL sendiri merupakan sebuah konglomerasi yang memiliki sejumlah bidang usaha berskala raksasa, baik di Malaysia mau-pun di berbagai negara lainnya. Di Indonesia, YTL Power antara lain mendukung program pem-bangunan kelistrikan, Proyek Poiton 2 dengan investasi pulu-han juta dolar AS. YTL juga me-rupakan grup perusahaan yang mengelola jaringan monorel pertama dan paling modern di Malaysia yang menghubungkan bandara internasional Kuala Lumpur dengan pusat kota (KLIA Ekspres).(***)
|
|