HOME : FOOTBALL

Berita Kota Manado dan Sekitarnya 

23 August 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

Selanjutnya Apa di Tahun Kedua?

 
Kepemimpinan Jimmy Rimba Rogi SSos dan Abdi Buchari SE MSi sebagai Walikota dan Wakil Walikota Manado, genap berusia satu tahun. Bagi yang lain, satu tahun kepemimpinan mungkin boleh dikata masih dalam proses adaptasi. Tetapi Imba-Abdi telah mengeluarkan beberapa kebijakan (besar), yang, seperti biasa, diwarnai dengan pro kontra. 


Setahun kepemimpinan Im-ba-Abdi, juga diisi dengan ber-bagai gebrakan yang menge-jutkan. Sebagian diisi dengan pemenuhan janji-janji kampa-nye yang diutarakan menje-lang pilkada setahun lalu. Di bidang pendidikan misalnya, meski belum sepenuhnya sesuai dengan janji kampa-nye, namun setidaknya ada gebrakan yang cukup melega-kan, yakni membebaskan sis-wa baru dari berbagai pungutan. 
Kebijakan ini jelas cukup menggembirakan, karena selama ini setiap kali hendak memasuki sekolah siswa baru selalu saja dibebani dengan berbagi pungutan, seperti uang pembangunan, dana komite sekolah, dan beragam pungut-an lainnya. Apalagi bila siswa tersebut masuk di sekolah favorit sekelas SMPN 1 atau SMAN 1. Kini, Imba mencoba memberantas itu dengan me-negaskan bahwa tak boleh ada pungutan untuk siswa baru. Shock therapy ia berikan, de-ngan melakukan pencopotan terhadap Kepala Sekolah SDN VI yang sekolahnya disinyalir melakukan pungutan. Terma-suk dengan memerintahkan Badan Pengawas (Banwas) me-lakukan penelusuran sekolah-sekolah terkait masalah pu-ngutan ini. 
Sayang, cerita ini lantas sedi-kit berbumbu negatif manakala Imba sepertinya mengulur-ulur waktu mengambil tindakan pencopotan seperti dilakukan-nya untuk Kepsek SDN VI un-tuk beberapa kepala sekolah favorit yang terindikasi jelas me-lakukan pungutan, sebagaima-na hasil penelusuran banwas. Tak pelak, ‘kebaikan hati’ Imba ini lantas dimanfaatkan sejum-lah kepala sekolah mengem-balikan pungutan yang terlan-jur dibayarkan oleh siswa baru. 
Kebijakan juga yang tak kalah mencengangkan adalah kebe-ranian Imba melakukan pener-tiban besar-besaran Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada di Pasar 45 pusat kota. Disebut mencengangkan karena Imba berani membongkar kios-kios milik PKL yang jumlahnya mencapai ratusan di pasar senggol, dan telah lama bero-perasi di situ. Penertiban ini juga diikuti dengan pembong-karan kanopi warisan Wempie Frederik, walikota sebelumnya. 
Meski mendapat resistensi da-ri hampir semua PKL, termasuk yang dimotori sejumlah elit politik, toh Imba tak bergeming. Alasannya, ini demi penatan Kota Manado menjadi lebih baik demi visi Manado Kota Pariwi-sata Dunia 2010. Soal ini se-jumlah kalangan menyatakan dukungannya. Pusat Kota ko-non katanya menjadi lebih ba-gus. Akan tetapi ambisi mewu-judkan visi tak lantas mema-tikan nurani dan kemudian merampas hak asasi. Memang Pemkot sudah membangun hanggar, tetapi juga hendaknya kapasitas representatifnya hangar juga perlu terus dikon-trol. Yang pasti, kebijakan be-rani seorang Imba, terus men-dapat apresiasi, dan memang pantas mendapat dukungan. 
Beberapa kebijakan inilah yang nampak menonjol di masa kepemimpinan Imba-Abdi. Tentu masih ada beberapa keberhasilan lain, termasuk antusiasme Imba kembali menata Persma dan hasilnya mampu kembali menembus jajaran elit persebakbolaan tanah air di divisi utama. Ca-tatan tersendiri yang cukup positif juga adalah keharmo-nisan Imba-Abdi yang tetap ter-pelihara. Ada beberapa contoh di daerah yang memiliki kepala daerah baru, kini ‘papan satu dan papan dua’ terkesan tak lagi harmonis. 
Kini Imba-Abdi akan mema-suki tahun kedua kepemim-pinan mereka. Meski berbagai prestasi telah ditorehkan tetapi juga tetap masih banyak agen-da yang terbengkalai, banyak hal yang mesti diperbaiki, as-pirasi yang butuh diperhatikan, dan harapan yang perlu dide-ngarkan. Yang menarik ditung-gu, dan tentu membuat kita pe-nasaran, akan ada kebijakan mencengangkan apalagi di tahun kedua? Jika melihat gaya Imba yang kadang tampil kalem tetapi juga kadang meledak-ledak, tentu hal mencengang-kan bukan mustahil. 
Hanya saja, ada harapan bah-wa di tahun kedua ini, ke-bijakan Pemkot harus diu-payakan memihak pada rakyat. Tak usahlah mengharap yang ideal, tetapi setidaknya mampu menjawab aspirasi rakyat kebanyakan. Yang tak kalah penting, pemenuhan akan janji-janji kampanye yang beberapa belum terealisasi. Tak perlulah dirinci, karena kita percaya memori Imba-Abdi masih tetap menyimpannya dengan rapi.(****)



 
  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin