|
|
|
![]() |
![]() |
|
Massa: Di kota lain penertiban tak diikuti penyediaan lahan
Ribuan Warga Gelar Demo Dukung Relokasi PKL
|
Usai digoyang demo PKL yang menolak direlokasi, Selasa (22/08) kemarin, kantor Pemkot-Dekot kembali diserbu ribuan warga. Kali ini demo tersebut bermaksud untuk memberikan dukungan atas penertiban PKL yang dilakukan Pemkot.
Permasalahan Pedagang Kaki Lima (PKL) memang me-nyita perhatian warga Mana-do. Buktinya, Selasa (22/08), kantor pemkot dan dekot yang letaknya bersebelahan kem-bali diserbu pengunjuk rasa. Bedanya, jika dalam demo pekan lalu kedua institusi diserbu PKL. Pendemo terdiri dari elemen masyarakat dari sembilan kecamatan yang ada di kota tinutuan. Ini masih di-tambah dengan keikutser-taan sejumlah ormas seperti Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indone-sia (GMNI), Serikat Buruh Se-jahtera Indonesia (SBSI), Ya-yasan Lembaga Konsumen In-donesia (YLKI), Karang Taruna Manado dan senat mahasiswa fakultas se-Unsrat, serta Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI).
Massa demo bergerak dari lapangan KONI Sario sekitar pukul 08.00 WITA menuju Pasar 45. Sempat ada kekha-watiran timbul bentrokan an-tara pendukung dan penen-tang relokasi di pusat kota. Namun kekhawatiran tersebut pupus, karena selama arak-arakan lewat dengan aman. Usai dari Pasar 45 massa lang-sung mengarah ke kantor Pemkot dan Dekot Manado. Di depan kantor tersebut, tokoh masyarakat, akademisi dan mahasiswa bergantian berora-si mendukung penuh kebijak-an relokasi. “Boleh dikatakan hampir tak ada pemkot di In-donesia yang sebaik Pemkot Manado. Di kota lain, PKL digu-sur tanpa diberi tempat reloka-si,” kata Pdt Billy Johanis STh.
Hal senada juga disampai-kan PD III FISIP Unsrat, Drs Michael Mantiri MSi. “Kami mendukung ketegasan pem-kot dalam relokasi karena hal itu adalah solusi terbaik dan manusiawi. Ini berbeda de-ngan penggusuran yang hanya bisa menimbulkan masalah baru,” beber Mantiri.
Atas permintaan pengunjuk rasa, Ketua Dekot Manado Drs Ferro Taroreh pun ikut ber-orasi di atas kendaraan pick-up. “Dekot Manado mendu-kung dan mendorong pemkot merelokasi PKL. Ini merupa-kan bagian dari upaya mem-buat Manado lebih asri dan nyaman. Kalau penertiban ti-dak dilandasi niat baik, kami pasti akan menolaknya. Tapi relokasi ini memiliki tujuan yang baik, maka kami men-dukung,” jelas Taroreh yang disambut aplaus.
Selanjutnya dilakukan pe-nyampaian masukan oleh perwakilan elemen pendemo di ruang paripurna Dekot de-ngan melibatkan pihak pem-kot, yang diwakili Sekkot Ir GSV Lumentut MSi. Menarik-nya, Ketua APKLI Pasar Orde Baru Paal 2, Abubakar me-nyatakan, pihaknya siap menyukseskan relokasi PKL. “Kami juga meminta tempat berdagang di hanggar. Karena kami juga ingin Kota Manado lebih indah,” katanya.
Sedangkan Karang Taruna Manado akan melaksanakan program belanja di hanggar Pasar Bersehati. “Ini meru-pakan salah satu bentuk ke-pedulian kami pada PKL. Mereka adalah saudara kita yang hidupnya bergantung dari berdagang,” kata se-kretaris Denni Kumayas.
Sementara itu Sekkot Ir GSV Lumentut menjelaskan, pem-kot tak ingin menelantarkan PKL. “Oleh sebab itu konsep penjual mencari pembeli diubah jadi pembeli mencari penjual. Untuk itu disiapkan 16 hanggar yang akan me-nampung PKL sesuai jenis dagangannya. Dengan de-mikian pembeli tetap akan datang, karena lebih teratur,” ujar Lumentut seraya meng-imbau warga Manado tak segan belanja ke sana.
Ia menambahkan, paling lambat tahun 2007 semua angkutan umum diarahkan ke Pasar Bersehati untuk mem-permudah akses warga. Ia juga mengaku Pasar Pina-sungkulan menjadi target penertiban berikutnya. “Yang pasti semua pasar dilarang keras dijadikan tempat ting-gal,” tegasnya.
Sedangkan untuk mencegah kembalinya PKL ke berdagang di lokasi terlarang, Lumentut membeberkan akan dilaku-kan patroli 1x24 jam. Ia juga meminta toko-toko di Pasar 45 agar tak takut buka. “Kami sudah mengeluarkan edaran kepada mereka. Jadi ke-amanan mereka dijamin Pemkot Manado,” jelas Lu-mentut.
Pertemuan di Dekot ini juga dihadiri dua anggota Deprop Sulut, Victor Mailangkay SH dan James Karinda SH. “Kami kemari karena peduli sebagai warga Manado. Selain itu juga kami terpilih dari daerah pemilihan (dapil) Manado,” aku keduanya.(win)
|
|