|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Terkait aksi demo penertiban
PKL
Abid Minta Maaf, Rhamdani Klarifikasi
|
Abid Takalamingan SSos dan Benny Rhamdani memberikan klarifikasi terkait dengan keterlibatan mereka dalam aksi unjuk rasa menentang penertiban Pedagang Kaki Lima di Pasar 45, Manado, beberapa waktu lalu. Selain memberikan klarifikasi, kedua anggota DPRD Sulut itu juga menyampaikan permintaan maafnya kepada insan pers di daerah ini.
Kepada Komentar Selasa (22/08) Abid mengakui kalau dalam aksi unjuk rasa tersebut dirinya sempat melontarkan pernyataan kurang mengenakkan kepada wartawan. Namun menurutnya itu bukan disengaja, melainkan karena dirinya terbawa emosi.
“Saya minta maaf kalau telah menyinggung perasaan insan pers di daerah ini. Mohon dimaklumi karena saat itu saya terbawa emosi. Yang pasti, saya tak bermaksud berselisih paham dengan wartawan,” kata mantan Ketua DPW PKS Sulut itu.
Takalamingan mengungkap, ancaman untuk melakukan aksi unjuk rasa di kantor media massa yang dilontarkannya saat itu bukan ditujukan kepada semua insan pers, melainkan hanya beberapa wartawan saja. “Kejadian ini ada maknanya, mudah-mudahan semua pihak bisa mengambil hikmahnya,” katanya.
Sementara Benny Rhamdani menjelaskan bahwa keterlibatannya dalam aksi unjuk rasa tersebut semata-mata hanya karena ingin membela nasib PKL. “Jadi bukan menentang penertiban, tapi maksud saya adalah untuk mengingatkan Pemerintah Kota Manado agar memperhatikan kelangsungan hidup para PKL,” tuturnya.
Ditanya apakah keterlibatannya dalam aksi unjuk rasa mengatas namakan PDIP, Rhamdani langsung mengklarifikasi hal itu. “Keterlibatan saya dalam aksi itu murni atas nama pribadi. Saya ikut demo karena keterpanggilan hati nurani saya sebagai insan manusia. Lagipula, saat demo saya tak membawa atribut partai apalagi sampai membawa-bawa jabatan Wakil Ketua DPD PDIP Sulut,” jelasnya.(tru)
|
|