|
|
|
|
![]() |
![]() |
PASI dan KONI Sulut belum keluarkan rekomendasi
Debby Caroles Tetap Atlet Sulut
MESKI sudah mendapatkan kontrak kerja dengan KONI Banten, tapi atlet jarak pendek Sulut, Debby Caroles belum mendapatkan surat pindah secara resmi baik dari PASI Sulut maupun KONI Sulut. Dengan demikian, status Debby hingga sekarang masih tetap atlet Sulut.
Demikian diungkapkan Sekum PASI Sulut, Ir Haefrey Sendoh. Menurutnya, PASI Sulut sebenarnya telah men-dapatkan surat tembusan kontrak kerja dari KONI Cilegon Banten atas nama Debby Taroreh, yang ditanda-tangani Bupati Cilegon. Tapi, ketika itu PASI Sulut meminta agar surat kontrak kerja tersebut dibenahi karena tidak ada atlet cabang atletik Sulut yang memiliki nama Debby Taroreh.
Setelah ditunggu, kemudian datang surat tembusan pe-ngangkatan tenaga honorer dari Cilegon atas nama Debby Caroles. Namun, ada kegan-jilan karena surat tersebut ditandatangani oleh Sekre-taris KONI Cilegon.Karena dinilai tidak jelas, PASI Sulut tidak mengeluarkan reko-mendasi perpindahan atlet atas nama Debby Caroles. “Kami tidak ingin kecolongan dengan membiarkan atlet tanpa keterangan jelas dari daerah tempat tujuan,” kata Sendoh.
Dikatakan Sendoh, sesuai dengan aturan yang ada dalam organisasi PASI serta UU Olahraga, proses perpin-dahan atlet dari suatu daerah ke daerah lain harus melalui mekanisme yang jelas. Arti-nya, daerah asal atlet harus mengetahui secara jelas jaminan yang diberikan oleh daerah penerima atlet. “Kami bukannya mempersulit kepin-dahan atlet, tapi kami ingin agar masa depan atlet di daerah tujuan jelas,” ujar Sendoh.
Hal senada juga diungkap-kan Sekretaris Umum KONI Sulut, Drs Nootje Apituley. Menurutnya, hingga saat ini belum ada surat tembusan dari Pengprop PASI Sulut yang menyetujui proses perpinda-han atlet ke daerah lain. Karena itulah, pihak KONI Sulut belum bisa memberikan rekomendasi kepindahan atlet ke daerah lain. “Jadi, Debby Caroles belum resmi pindah ke daerah lain,” katanya.(dni)
Eric Montolalu Siap Berlaga di AKOC 2006
PEGOKART asal Sulut, Eric Montolalu mengaku siap untuk berlomba di iven gokart interna-tional bertajuk Asian Kart Open Championship (AKOC) 2006 seri III di Sirkuit Sentul Jakarta, 27-27 Agustus 2006. Kesiapan mantan pembalap drag tersebut setelah menjalani latihan rutin selama kurun waktu sebulan di Sentul.
Kepada Komentar, putra mantan Wakapolda Sulut, Brig-jen Pol Drs Harry Montolalu me-ngatakan bahwa secara fisik dan mental ia telah siap mem-berikan yang terbaik bagi Sula-wesi Utara bahkan Indonesia. Diakuinya perjuangannya cu-kup berat karena bakal menda-patkan lawan yang cukup tang-guh dari Malaysia, Jepang serta beberapa negara Asia lainnya.
Hanya, berbekal motivasi untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia terutama Sulut, Eric Montolalu tetap akan ber-usaha untuk sebaik-baiknya. “Sa-ya akui meraih gelar juara di AKOC cukup berat, apalagi iven ini adalah iven international pertama yang saya ikuti. Mudah-mudahan berkat doa dari pecinta otomotif Bumi Nyiur Melambai, saya bisa memberikan yang terbaik,” katanya.
Lebih jauh dikatakan Eric, untuk mengikuti AKOC 2006, ia telah menjalani latihan yang cukup ketat dengan dibantu oleh pihak manajemen Eric Montolalu Manajemen (EMM). “Menjelang lomba, saya diberikan istirahat tiga hari oleh tim pelatih agar benar-benar siap dalam per-lombaan nanti,” tutur suami tercinta dari Jovan Lalujan tersebut.(dni)
Disayangkan, LBS Sulut Terhenti
SEJUMLAH pembina bridge Sulut menyanyangkan terhen-tinya program Liga Bridge Siswa (LBS) Sulut. Padahal, sebelumnya LBS sempat ber-putar berputar beberapa seri. Salah satu pembina bridge yang namanya enggan diko-rankan mengatakan bahwa sebagai pembina, ia kecewa karena program pembinaan bridge di tingkat sekolah se-dikit tersendat dengan terhentinya LBS.
Selain itu, pelajar Sulut bakal sulit mendapatkan peluang untuk tampil di final Liga Bridge Siswa Nasional karena tidak memiliki pering-kat nasional. “Saya hanya berharap agar program LBS yang sempat menjadi salah sa-tu ajang kompetisi pelajar di Sulut bisa diaktifkan kembali agar proses pembinaan usia dini dapat berjalan dengan baik,” katanya berharap.
Seperti diketahui, Sulut be-berapa kali meraih sukses di ajang nasional karena kompe-tisi khusus pelajar di Sulut berjalan dengan konsisten. Tapi, sejak LBS terhenti, domi-nasi pelajar Sulut di ajang nasional sempat memudar. Itu terlihat jelas ketika daerah lain seperti Kalimantan Barat dan Boja Jawa Tengah sudah mulai menerobos dominasi Sulut di kategori pelajar.(dni)
Sediakan Total Hadiah Rp 50 Juta
Nyiur Melambai Adventure Off-road Bakal Seru
PENYELENGGARAAN kejuaraan off-road bertajuk Red Mild Nyiur Melambai Adventure Off-road tampaknya bakal se-ru. Pasalnya, pihak panpel, yang dikoordinir Komisariat Daerah (Komda) Indonesia Off-road Federation (IOF) Sulawesi Utara, telah menyediakan total hadiah berupa alat-alat off-road senilai Rp 50 juta.
Penasehat IOF Sulut, Jemmy Wongkar, yang juga penasehat panpel, kepada Komentar, ke-marin, mengatakan bahwa pi-hak panpel telah menyiapkan empat buah winth dan empat ban serta hadiah lainnya untuk para pemenang lomba yang akan berlangsung di Manado, Tomohon, Bitung, Minahasa dan Minahasa Utara, 08-10 September 2006 mendatang. “Yang pasti hadiah yang kami sediakan cukup menarik,” kata Wongkar.
Lebih jauh dikatakan Wong-kar, yang didampingi Sekretaris Panpel, Ferry Paat, para penggemar off-road yang ingin berlaga di iven yang memper-lombakan kelas E Bebas WINCS sampai dengan 14 Special Com-petition Stage (SCS) dan kelas pemula standard non WINCS sampai dengan 7 SCS, diha-rapkan untuk berlatih secara kontinyu agar mendapatkan hasil yang optimal.
Dukungan penuh juga dibe-rikan oleh Ketua Umum Komda IOF Sulut, Danny Sondakh. Deson, dikabarkan bakal mensuport penuh pelaksa-naan iven tersebut. Bahkan, ji-ka tidak ada halangan, mantan pembalap Sulut itu akan ikut mengasa keterampilan menge-mudi di ajang off-road tersebut. “Mungkin saja Deson akan ikut berlomba di iven tersebut,” imbuh Wongkar.(dni)
|
|