HOME : FOOTBALL

Headlines News  

24 August 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

Herman Kemala: Saya tidak merasa menerimanya 
Tersangka Penipuan Riau Diduga Setor Dana ke Rekening HK


Ada temuan menarik dalam dugaan kasus penipuan sejumlah oknum yang mengaku mahasiswa asal Manado dan telah merusak citra Unsrat di Riau. Pasalnya, dana yang diraup para tersangka dengan berkedok proposal tersebut, ternyata bukan dipakai berfoya-foya, melainkan diduga disetor ke rekening sejumlah orang. 

Salah satu yang disebut-sebut adalah rekening milik Herman Kemala, yang dikenal sebagai pemilik Yayasan Kemuliaan Allah (Kemala) berkantor di kompleks Wanea Plaza. Informasi ini turut dibenarkan tim pencari fakta Unsrat yang baru saja kembali dari Riau kepada wartawan, kemarin (23/08). 
Tim pencari fakta Unsrat yang diketuai Prof Drs Ishak Pulu-kadang mengatakan, informasi adanya transfer uang ke reke-ning Herman Kemala oleh ter-sangka penipuan di Riau, me-ngacu pada bukti slip setoran yang disita Polres Dumai. 
“Ini sesuai penjelasan Dir-reskrim Dumai mengacu pada bukti slip setoran di sejumlah bank, dan ini pun sudah di-akui oleh para tersangka,” ungkap anggota tim yang ter-diri dari Toar Palilingan SH, Dr Donald Rumokoy SH MH, Rudi Walukow SH, Prof dr Ralf Ka-irupan SpJ dan Daniel Pange-manan SH. 
Menurut pengakuan para tersangka, jumlahnya berkisar Rp 200-an juta. Tapi penjela-san pihak Polres Dumai, ber-dasarkan bukti slip setoran, jumlahnya sudah mencapai Rp 400-an juta. Senada juga disampaikan Kepala Kesbang Sulut, JJ Mongkaren yang tu-rut melakukan pengusutan ke Riau. 
Dikatakannya, semua dana yang terkumpul dari oknum yang ‘mancari’ lewat proposal, baik di Riau, Jatim dan Bali, penyalurannya disalurkan ke rekening seseorang, dan salah satunya yang disebutkan adalah milik Herman Kemala, untuk pembelian tanah yang tidak dirincinya. 
Lalu apa tanggapan Herman Kemala sendiri? Ketika dikon-firmasi lewat telepon tadi ma-lam, dia membantah jika di-sebutkan ada pengiriman uang ke rekeningnya dari para ‘mahasiswa’ yang beraksi di Riau. ‘’Saya tidak merasa menerima atau berhubungan sama sekali dengan mereka. Saya hanya menerima uang dari rekan-rekan bisnis saya. Jadi saya tegaskan lagi, bahwa saya tidak menerima dana apapun dari Riau tersebut,’’ tukasnya. 
Namun ketika disentil soal pembelian tanah dari sebuah yayasan narkoba terhadap-nya, Herman memberi penje-lasan tersendiri. ‘’Kalau soal transfer dana dari Riau sudah clear yah, bahwa saya tidak menerimanya. Tapi soal pem-belian tanah itu, lain halnya,’’ akunya.
Dia kemudian menceritakan, bahwa ada sebuah yayasan yang dibentuk anak muda di daerah ini yang menemuinya dan menawarkan tanahnya di Kakaskasen. Mereka aku Her-man, berkeinginan untuk membelinya dengan tujuan mulia. Yakni akan memba-ngun pusat rehabilitasi pen-derita narkoba untuk kawa-san Indonesia Timur. 
‘’Saya awalnya minta dibayar cash atas tanah senilai Rp1,6 miliar tersebut dengan luas hampir 2 hektar. Tapi karena mereka belum punya uang, sehingga mereka menawarkan dicicil saja. Karena tujuan me-reka saya nilai mulia, sehingga saya setuju diangsur,’’ kata Herman yang mengaku, sam-pai saat ini jumlah dana yang diangsur yayasan tersebut kepadanya baru Rp350 juta. 
Ditengarai, ada pribadi rekan bisnis Herman Kemala yang mengirim uang padanya ter-kait bisnis logam mulia, na-mun bukti slip pengiriman itu ikut disita Polres. Dan pribadi rekan bisnis Herman untuk logam mulia itu, ikut bersama dalam oknum yang ditahan Polres Dumai. 
Apalagi menurut Herman Ke-mala, setahu dia masalah yayasan itu dikirim ke sejum-lah rekening yang dirinya tidak tahu siapa pemiliknya. Ada sinyalemen, slip transfer yang didapati pihak Polres bukan hanya terkait aktivitas para ‘mahasiswa’ tersebut de-ngan penipuan proposal, me-lainkan slip pribadi dalam urusan bisnis lainnya (beda tujuan) yang sama sekali tidak terkait kasus penipuan di Riau tersebut.
UNSRAT
Pada bagian lain, tim Unsrat melalui Rektor Prof Dr Lucky Sondakh MEc menjelaskan, terkait kasus di Riau, pihak-nya mendapatkan data bahwa telah terjadi pemalsuan atas 8 Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) Unsrat, yang digunakan da-lam aksi penipuan berkedok proposal tersebut.
“Kami akan buat laporan ke Polda mengenai pemalsuan KTM. Sebab sesuai laporan tim, terbukti bahwa mereka menggu-nakan nama dan kartu maha-siswa Unsrat,” ungkap Sondakh, Rabu (23/08) kemarin.
Dijelaskannya, saat ini, kasus tersebut sementara diproses di Riau dengan menggunakan pasal 378 mengenai penipuan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Sementara Unsrat sendiri, akan menuntut dengan mengacu pada pasal 263 KUHP dengan ancaman huku-man 6 tahun untuk pemalsuan, tambah Palilingan. 
Ketua tim Prof Drs Ishak Pulukadang menambahkan, dari 9 tersangka yang saat ini diamankan di Polresta Dumai, 8 di antaranya menggunakan KTM Unsrat yang dipalsukan. Hanya saja dijelaskan bahwa, 4 orang terbukti bukan maha-siswa sedangkan 4 lainnya masih akan dicek kembali kebenarannya.
“Jadi dari 4 yang diduga adalah mahasiswa Unsrat me-ngaku sudah lulus, dan ada yang sudah pada tingkat akhir studi, tapi kita akan cek kem-bali kebenarannya. Sebab se-telah didesak, mereka menye-butkan NIM sebenarnya,” tandas Pulukadang.
Berdasarkan data yang di-peroleh dari tim, yang diduga adalah mahasiswa atau lulu-san Unsrat masing-masing adalah Tommy Wuisan (Tek-nik Elektro) yang mengguna-kan NIM 99023108 yang KTM palsu dengan NIM 96023148, Winda Joanne (02064254/Akuntansi) mengaku sudah lulus tahun 2004 dengan NIM 96064254, Donald Hendra (98023218/Teknik Elektro) lulus tahun 2006 dengan NIM 95023218 dan Franky Ronald (0003132/Ilmu Tanah) de-ngan NIM 96032132. “Tapi se-kali lagi kita akan cek kembali kebenarannya,” tandasnya.
Sementara yang bukan ma-hasiswa Unsrat masing-masing adalah Vonny O Paat (0001177/Pendidikan Kedokteran), Su-santi (00064023/Akuntansi), Santy SE Wenas. Uniknya me-nurut pengakuan para anggota tim, KTM palsu ini ternyata juga digunakan oleh Pembantu Rumah Tangga (PRT). 
Modus operandi komplotan ini, adalah mengaku sebagai mahasiwa Unsrat yang se-mentara melakukan studi banding mengenai narkoba dan rencana pembangunan pusat rehabilitasi narkoba. Namun saat diterima pejabat, mereka justru menjual kue dan meminta sumbangan atas nama Yayasan Kekuatan Bagi Negeri Cabang Sulut. 
“Bahkan mereka sampai me-ngejar para pejabat di lapa-ngan golf untuk meminta sumbangan, dan kasus ini sedang menjadi pembicaraan hangat di Riau,” jelas anggota tim.(vic/imo/rik)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin