|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Dr Ali Mochtar Ngabalin
Ceramah Sekalian Tengok Ibu di Manado
|
JIKA dilihat dari penampilan, Dr Ali Mochtar Ngabalin MSi sangat menyolok di antara legislator senayan. Anggota Komisi I DPR RI dari Partai Bulan Bintang ini selalu menggunakan sorban de-ngan stelan jas necis. Raut wa-jahnya juga memiliki ciri khas ter-sendiri, dengan jenggot terpe-lihara dan berkumis.
Tak hanya penampilan, tapi Dr Ngabalin terkenal dengan kebe-raniannya melontarkan state-men-statemen politisi, termasuk mengkritik Presiden SBY. Salah satu yang pernah mengheboh-kan senayan, ketika Ngabalin se-cara tajam mengkritisi telecon-ference presiden dalam rapat kabinet Amerika-Jakarta, yang dinilainya sebagai tindakan gegabah, karena hasil rapat itu bisa disadap negara lain.
Kini, di tengah kesibukannya sebagai anggota parlemen, Dr Ngabalin mendapat undangan
ke Manado guna memberikan ceramah Isra’ Mira’j tanggal 27-28 Agustus nanti. Salah satu calon Ketua Umum BKPRMI periode 2006-2011 ini pun secara antusias meme-nuhi undangan tersebut. Baginya, Manado mempunyai kenangan indah baginya.
‘’Saya memiliki ibu di Mana-do yang tinggal di kampung Arab,’’ kata pria berpenam-pilan garang ketika melaku-kan interupsi di senayan, namun sangat ramah ketika diajak interview oleh koran ini. Ketika ditanyai lagi, Dr Nga-balin mengaku Ibu Pia, adalah ibu angkat yang pernah meng-asuhnya selama dua tahun lebih. ‘’Saya juga ingin mene-ngok ibu Pia di sana,’’ katanya seraya mengatakan, Manado sudah sangat familiar baginya.
Bahkan dalam berkomuni-kasi, Dr Ngabalin kerap me-nyelipkan kata ‘ngana’ (dialek Manado). Diyakinkannya, di DPR RI, dirinya sudah seperti saudara dengan legislator asal Sulut, seperti EE Mangindaan yang dipanggilnya om Lape dan Jeffrey Johanes Massie. ‘’Tunggu saya di Manado, dan terima kasih sudah menele-pon. Tuhan memberkati,’’ ungkap pimpinan salah satu pesantren yang juga menjabat Ketua DPP Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI).
Dr Ali Mochtar Ngabalin sendiri adalah anggota DPR RI mewakili Sulawesi Selatan, namun dia dilahirkan 25 Desember 1969 di Fakfak.
Menariknya, dia adalah salah satu penghuni gedung senayan yang kerap menyoroti kebiasaan anggota dewan yang seolah sudah membuda-ya, misalnya bila melakukan kunjungan ke daerah. Pemda, kata dia, biasanya akan sa-ngat sibuk melakukan pe-nyambutan seperti menyiap-kan akomodasi, penginapan, makan, transportasi, hingga kadang merasa perlu menye-diakan ‘amplop’. Dr Ngabalin adalah politisi muda visioner yang berusaha menghi-langkan kebiasaan buruk seperti itu.
Dia berprinsip, setiap ang-gota Dewan sudah dibiayai oleh negara untuk menja-lankan tugas-tugas peman-tauan ke daerah-daerah. Karena itu anggota dewan ja-nganlah memberatkan daerah yang dikunjungi. Demikian juga kalau berkunjung ke luar negeri jangan pula mere-potkan KBRI.(rik)
|
|