|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Jadi sasaran penertiban selanjutnya
PKL Pinasungkulan Mulai Resah
|
Ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang beroperasi di Pasar Pinasungkulan Karombasan, kelihatan mulai resah dengan rencana penertiban yang bakal dilakukan Pemkot di pa-sar terbesar di Manado terse-but. Menurut sejumlah PKL yang sempat diwawancarai, kekhawatiran mereka ini lebih disebabkan karena belum ada kepastian apakah mereka nantinya akan direlokasi atau hanya digusur begitu saja.
“Ini ibarat dengan kami me-nunggu hari penghakiman. Soalnya pemkot tidak mem-beritahu kapan waktu pelak-sanaan penertiban. Kami se-karang cari informasi hanya lewat koran,” kata seorang PKL, Rabu (23/08). “Kalau PKL di Pasar 45 sudah aman karena direlokasi ke hanggar Pasar Bersehati. Nah, nasib kami tidak tahu. Jadi sejak penertiban dua minggu di sana, setiap hari kami jadi deg-degan,” kata seorang PKL.
Sementara PKL lainnya meminta mereka juga disedia-kan tempat relokasi yang masih berdekatan dengan Pasar Pinasungkulan. “PKL di Pasar 45 dipindahkan ke Pa-sar Bersehati yang jaraknya tak sampai satu kilometer. Jadi kalau penertiban itu akhirnya menimpa kami, seharusnya kami juga direlokasi ke tempat lain yang masih dekat-dekat sini,” pinta wanita PKL yang mengaku bernama Stien.
“Sampai sekarang kami tidak jelas mau dikemanakan. Saya sempat ke hanggar Pasar Bersehati. Di sana hampir penuh dengan PKL dari Pasar 45 dan sekitarnya. Kami me-mang mendukung program Pak Imba. Tapi kalau di Pasar Bersehati sudah penuh, terus kami yang dari Karombasan mau dikemanakan?” tanya pedagang barito ini.
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kota (Pemkot) akan menjadikan Pasar Pinasung-kulan Karombasan sebagai sa-saran penertiban selanjutnya. Hal ini telah ditegaskan Sekkot, Ir GSV Lumentut MSi MM, saat berdialog dengan perwakilan massa pendukung relokasi PKL di ruang paripurna Dekot Ma-nado, Selasa (22/08) lalu.(win)
|
|