HOME : FOOTBALL

Berita Opini Pembaca dan Redaksi 

24 August 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

Maju Terus Badai Biru


USAI meraih tiket ke divisi utama musim depan, skuad Persma Manado tampak semakin percaya diri (pede). Indikasinya adalah kesuksesan Persma meraih kemenangan 2-1 atas tuan rumah Persiku Kudus di babak 16 besar Copa Dji Sam Soe.
Sebenarnya, jika melihat perjalanan Persma seusai meraih tiket ke divisi utama,saya sendiri pesimis kalau Tim Badai Biru akan menuai hasil optimal di Copa. Hal itu terjadi karena selama ini Persma tidak terlalu serius ketika menghadapi Copa Indonesia. Catatan mengenai tidak seriusnya Persma di Copa bisa dilihat dari simpang siurnya keikutsertaan di leg pertama melawan tuan rumah Persiku Kudus di Stadion Wergu Wetan Kudus. 
Bayangkan, satu hari menjelang pertandingan atau tepatnya, tanggal 19 Agustus 2006, seluruh pemain dan ofisial Persma Manado masih belum beranjak dari markasnya di Manado. Padahal, hari itu adalah merupakan jadwal latihan atau coba lapangan bagi pemain Persma. Lebih ironisnya lagi, ketika tiba di Kudus, pukul 20.00 WITA, tanggal 19 Agustus 2006, sudah tidak ada waktu untuk berlatih mencoba lapangan. Pelatih dan ofisial Badai Biru sudah pasrah dengan kondisi ini.
Modal utama yang diberikan pelatih dan manajemen kepada pemain adalah kepercayaan. Seluruh pemain hanya diminta untuk bermain tanpa beban. Artinya, kalaupun kalah, janganlah kalah dengan selisih gol yang banyak. Itu perlu dikatakan kepada pemain karena Persma baru saja memetik hasil yang cukup bagus dengan meraih posisi runner up di babak delapan besar divisi I di Surabaya. Para pemain rupanya mengerti dengan harapan ofisial dan pelatih.
Itu tampak jelas ketika menjalani pertandingan. Meski dukungan penonton yang begitu besar kepada tuan rumah Kudus, toh pemain-pemain Persma tetap kokoh. Kelelahan tidak tampak dalam diri pemain. Padahal, menjelang pertandingan para pemain hanya beristirahat kurang dari 24 jam. Itupun tidak didahului dengan pengenalan lapangan. Mengamati penampilan pemain, saya semakin menyadari bahwa tingkat koordinasi pemain ketika berada di lapangan dan kepercayaan diri sudah terpelihara cukup bagus. 
Jika saja Tim Badai Biru masih diberikan kesempatan untuk ikut berlaga di Copa, percayalah pemain-pemain akan lebih bagus. Siapapun yang diturunkan nanti, semuanya sudah tahu mengatur diri di lapangan karena kepercayaan diri seluruh pemain sudah mulai kuat. Lepas dari status sebagai manajer Persma, tapi dari pengamatan Ropan sebagai pemerhati sepakbola, letak keberhasilan pemain-pemain di lapangan adalah motivasi.
Saya lihat motivasi pemain sudah terbentuk dengan cukup bagus sejak tampil di babak delapan besar. Kalau saja tidak ada tekanan ketika melawan tuan rumah Persebaya, peluang Persma untuk menjadi juara divisi I akan bisa tercapai. Tapi, itu sudah berlalu sekarang Persma diperhadapkan dengan keikutsertaan di Copa Indonesia. Jika nanti mampu mencapai babak semi final, saya yakin peluang Persma untuk mencetak prestasi cukup terbuka.
Tapi, sekali lagi, peluang itu akan terpelihara terus jika diberikan kepercayaan untuk terus berlaga di Copa. Kalau saja harus berhenti hingga babak 16 besar, justru sulit karena motivasi pemain sudah terbentuk dengan bagus. Pecinta Persma tentu akan kecewa berat jika dalam pertandingan leg kedua melawan tim asal Kudus, Persma justru harus kalah lebih dari dua gol. 
Semuanya tentu tergantung dari pimpinan Persma Manado. Kalau ingin meraih citra yang lebih baik, peluang masih terbuka. Tapi jika memang harus terhenti di babak 16 besar, Persma harus kalah lebih dari dua gol di depan fans sendiri. Yang pasti apapun yang nantinya diinginkan oleh pimpinan Persma, pemain tentu tetap siap karena hingga saat ini kepercayaan diri pemain sudah melekat bersama dengan skuad Persma Manado. (***)



 
  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin