HOME : FOOTBALL

Headlines News  

25 August 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

Klarifikasi Herman Kemala dan YKBN Sulut 
Tantang Bukti Tim Pencari Fakta Unsrat


Buntut kasus di Dumai (Riau) yang membias pada persoalan transfer dana ke rekening se-jumlah oknum, mengundang tanggapan berbentuk klarifikasi yang dilayangkan Herman Ke-mala (HK) dan Yayasan Kekua-tan Bagi Negeri (YKBN) Cabang Sulut secara terpisah kepada Komentar, kemarin (24/08). 
Herman Kemala ketika mene-lepon koran ini menyampaikan tiga poin penegasannya. Perta-ma, sebagai Ketua Yayasan Peka-baran Injil (YPI) Kemuliaan Allah, 
Herman Kemala mengatakan bahwa YPI Kemuliaan Allah adalah yayasan kerohanian yang tidak bergerak di bidang rehabilitasi narkoba. Karena itu, tidak terkait dengan ma-salah di Dumai. ‘’Apalagi me-nerima transfer rekening dari para pemuda Sulut di sana,’’ katanya. 
Poin berikutnya, dia juga menegaskan, YPI Kemuliaan Allah tidak berhubungan secara organisatoris dan kaitan hukum dengan YKBN Cabang Sulut. Namun terkait pem-belian tanah dengan YKBN, itu adalah pribadi dari Herman Kemala sebagai pengusaha dan bukan sebagai hamba Tuhan dalam YPI. ‘’Berikut da-lam pembelian tanah itu di-lakukan dengan cara cash, bu-kan ditransfer,’’ tukasnya se-raya menantang balik tim pen-cari fakta untuk membuktikan bahwa dirinya telah menerima transfer rekening dari YKBN di Riau (Dumai) dalam pembelian tanah sejumlah Rp400-an juta. 
‘’Sebab hal tersebut tidak pernah terjadi sama sekali. Yang ada hanyalah rekening transaksi bisnis pribadi logam mulia rekanan saya (Herman Kemala, red) yang terbawa dan karena rekanan Herman Ke-mala ada di Dumai.’’
Sebagai Ketua YPI Kemuliaan Allah, dia juga membantah telah menerima sumbangan ke rekening YPI Kemuliaan Allah dari Dumai. Untuk itu, dia me-nantang pihak yang disebut-kannya tidak jernih hati dan pikirannya, untuk membuk-tikan kiriman dana dari Riau atau Dumai itu ke yayasannya. ‘’Supaya bisa diketahui mana fitnah karena kebodohan, ma-na pula kebenaran sesung-guhnya,’’ ungkapnya.
Secara terpisah, YKBN Sulut melalui Ketuanya Jantje Chris Noya SH dan Sekretaris Yefta Raintung SKom didampingi Ketua LBH Manado Helda R. Tirajoh SH dalam release hak jawabnya ikut membenarkan pernyataan Herman Kemala, bahwa terkait pembelian tanah untuk pembangunan klinik rehabilitasi penderita narkoba dengan Herman Kemala di-lakukan dengan cara cash payment, dan tidak melalui sistem transfer rekening. 
‘’Soal adanya rekening kiri-man untuk Herman Kemala, itu bukan uang yayasan dan aktivitas yayasan, termasuk di Dumai, melainkan adalah urusan bisnis pribadi Herman Kemala dengan rekanan yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan aktivitas yaya-san. ‘’Jadi kajian tim pencari fakta perguruan tinggi salah.’’ 
Dalam poin lainnya, YKBN Sulut dan LBH Manado me-negaskan, esensi masalah di Dumai bukanlah penipuan, melainkan hanya masalah pe-malsuan yang bersifat oknum belaka, bukan institusi, yang dilakukan karena kekhilafan, ketidaksengajaan, kebodohan dan buta hukum. 
Ditegaskan juga, YKBN Sulut dalam melakukan aktivitas-nya, tidak pernah menggu-nakan satu nama institusi per-guruan tinggi manapun, karena keanggotaan YKBN Sulut ba-nyak dari warga masyarakat biasa, pengusaha, kalangan birokrat, kalangan perguruan tinggi, termasuk masalah di Dumai, ada anggota masya-rakat yang bergabung berasal dari beberapa institusi dan status yang berbeda. 
Dan dijelaskan YKBN, bahwa pemalsuan yang terjadi di tingkat operasional, itu adalah pribadi. Ditambahkan, YKBN sendiri adalah yayasan yang sah, legal dan resmi dan leng-kap sebagaimana yang diatur dalam peraturan yang berlaku. Membenarkan pernyataan Herman Kemala, YKBN juga menegaskan, yayasannya tidak memiliki hubungan organi-satoris dengan YPI Kemuliaan Allah.(rik/*) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin