|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Hasil Survei
LSI: Perda Syariat Ditolak Masyarakat
|
Masyarakat Indonesia pada umumnya tidak setuju dengan penerapan perda bernuansa syariat Islam yang saat ini ma-rak di sejumlah kabupaten/kota. Perda ini dinilai akan mendorong disintegrasi bangsa.
Demikian hasil survei yang dilakukan lembaga Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang dipaparkan oleh Direktur LSI Denny JA dalam jumpa pers di Hotel Sari Pan Pacific Ja-karta, Kamis (24/08).
Survei tersebut dilakukan terhadap 700 responden di 33 propinsi. Survei dilakukan pada 28 Juli hingga 3 Agustus 2006 dengan metode multi-stage random sampling. Tek-nik pencarian data wawancara tatap muka dengan menggu-nakan kuesioner. Margin of error survei ini 3,8 persen.
Sebanyak 61,4 persen res-ponden menyatakan sangat khawatir penerapan perda ber-nuansa syariat Islam akan memicu konflik di masyara-kat, tidak khawatir 17 persen dan yang tidak tahu sebesar 21 persen. Responden terdiri dari berbagai unsur agama, yakni Islam, Kristen dan lain-lain. Untuk agama Islam se-besar 86,5 persen, Kristen 11,8 persen, dan lain 1,7 per-sen.
Untuk yang beragama Islam, 59,7 persen responden kha-watir terhadap penerapan per-da bernuansa syariat Islam. Sebanyak 19,8 persen respon-den tidak khawatir, dan 20,5 persen responden mengaku tidak tahu-menahu. Sedang-kan untuk responden yang beragama Kristen, sebanyak 69,5 persen responden me-ngaku khawatir, 2,4 persen ti-dak khawatir dan 28,1 persen tidak tahu-menahu.
“Hasil survei ini mencermin-kan apresiasi secara umum masyarakat Indonesia terha-dap pemberlakuan perda ber-nuansa syariat Islam,” kata Denny seperti dilansir detik. Responden juga setuju jika peraturan mengenai minuman keras, judi, dan pelacuran ti-dak dibuat dalam bentuk peraturan daerah. Sebab hal itu sudah terwakili dalam KUHP. Rinciannya 53 persen setuju, 24 persen tidak setuju, dan 22,7 persen tidak tahu.
LSI juga melakukan survei tentang sistem politik yang ideal bagi Indonesia terhadap responden yang sama. Hasil-nya, 69,6 responden setuju Pancasila sebagai sistem po-litik yang ideal bagi Indonesia.
Hanya 11,5 persen respon-den yang melihat negara Islam Timur Tengah sebagai bentuk ideal bagi Indonesia. Selebih-nya, 3,5 persen melihat Barat sebagai sistem ideal. Sisanya, yakni 13,3 persen mengaku tidak tahu.
“Survei ini menunjukkan fenomena masyarakat muslim Indonesia yang moderat. Se-kaligus menunjukkan realitas politik Indonesia yang juga moderat,” tutur Denny.(dtc)
|
|