|
|
|
![]() |
![]() |
|
Dari 10,8 M, yang tersalur hanya Rp 4,439 M
Pemanfaatan Sisa Dana Pendidikan Rp 6,4 M, Kabur
|
Penyaluran dana pendidikan sebesar Rp 10,8 miliar di duga kuat bermasalah. Sebab dari total keseluruhannya, ternyata yang teralokasi untuk menunjang pendidikan di Kota Manado, hanya sebesar Rp 4,439 miliar. Dengan begitu masih ada sisa dana sebesar Rp 6,4 miliar, yang dipertanyakan pemanfaatannya.
Berdasarkan data resmi yang berhasil diterima Komen-tar, Rp 4,439 miliar ini, di-alokasikan untuk TK, SD/MI, SMP/MTs, bantuan siswa miskin SMA/SMK, subsidi guru SD/MI dan subsidi guru SMP/MTs.
Untuk TK dengan jumlah pe-nerima sebanyak 4.385 di-siapkan anggaran sebesar Rp 131.550.000. Untuk SD/MI dengan jumlah pe-nerima 46.649, disiapkan anggaran sebesar Rp 816.450.798. Untuk SMP/MTs dengan jumlah penerima sebanyak 19.100, disiapkan anggaran sebesar Rp 2.307.814.800. Sedangkan subsidi siswa miskin SMU/SMK dengan total jumlah penerima sebanyak 3.100, anggarannya sebesar Rp 93.000.000.
Akan halnya subdisi untuk guru SD/MI dengan total jum-lah penerima 2.371 disiapkan anggaran sebesar Rp 711.300.000. untuk subsidi guru SMP/MTs dengan jumlah penerima se-banyak 1.265, disiapkan ang-garan sebesar Rp 379.500.000.
Persoalan ini tentu saja me-ngundang perhatian serius personel anggota Dekot Ronny Eman, sehingga ia mendesak agar Pemkot Manado, transpa-ran soal penyaluran alokasi dana pendidikan ini. Sebagai komisi yang membidangi masa-lah pendidikan, ia mengaku akan mengagendakan hearing soal ini dengan instansi ter-kait. “Kami harapkan pihak eksekutif menyalurkan se-luruh dana pendidikan sebe-sar Rp 10,8 miliar ini, sebab anggaran ini sudah ditetapkan dan harus di salurkan,” ujar Eman.(ran)
|
|