|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Kobaran api terus merembet
Hutan Gunung Klabat Terancam Tinggal Kenangan
|
Kebakaran hutan di kaki Gunung Klabat terus berlanjut, bahkan kobaran api kini dikabarkan semakin meluas. Sehingga Pemerintah Kabupaten Minut diminta untuk secepatnya mengantisipasi kebakaran hutan ini, sebab jika tidak ada tindakan yang cepat dan tepat, hutan lindung di gunung Klabat terancam tinggal kenangan.
Pasalnya, hingga kini sudah banyak lahan yang berada di sekitar hutan Gunung Klabat hangus akibat kebakaran yang ditenggarai dilakukan warga. Pemerintah Kabupaten Minut diminta untuk melakukan anti-sipatif dan kalau perlu melaku-kan operasi di kawasan hutan Klabat guna mencari oknum-oknum yang melakukan pemba-karan hutan.
“Sebagai masyarakat kami merasa kecewa dengan ulah warga yang membakar lahannya yang berada di kawasan Gunung Klabat dengan sembarangan. Buktinya, atas ulah mereka ke-beradaan kawasan hutan Gu-nung Klabat kembali terancam, karena hampir sebagian gunung mulai gundul akibat terjangan api yang membakar sebagian rumput di hutan,” ungkap Ketua Komite Kebangkitan Minut Bersatu (KKMB), Rudy Ismail kepada sejumlah wartawan di Kantor Pemkab, Kamis kemarin.
Untuk itulah lanjut Ismail, pihaknya amat berharap agar Pemkab Minut segera menge-luarkan larangan dalam bentuk denda yang berat, bagi warga yang kedapatan melakukan pembakaran secara liar pada kawasan hutan yang ada di Gu-nung Klabat.
Wabup Sompie Singal ketika ditemui terpisah, berharap agar Pemerintah desa dan kecamatan dapat membantu mengawasi warga yang melakukan pemba-karan secara liar di lokasi hutan Gunung Klabat. Karena kalau pembakaran itu terus dibiarkan, maka akan berdampak buruk bagi warga.
“Selaku pemerintah kabupaten kami berharap agar setiap mas-yarakat yag berada di kawasan kaki gunung klabat dapat men-jaga dan mengawasinya, karena Gunung Klabat selain lokasi wi-sata juga merupan sumber air di Minut,” terang Wakil Bupati yang ramah dengan kuli disket.(oan)
|
|