|
|
|
![]() |
![]() |
|
Kader Demokrat Harus
Dewasa dalam Berdemokrasi
|
Philep Pantouw mengimbau agar kader Partai Demokrat (PD) di Sulut selalu tampil dewasa dalam berdemokrasi. Karenanya, ia berharap dalam Musyawarah Daerah (Musda) nanti semua kader PD dapat tampil elegen dan santun.
“Sebagai seorang kader saya tentu tidak menginginkan pe-laksanaan musda nanti justru menimbulkan preseden buruk ditengah konstituen, terlebih masyarakat luas. Karena itu, marilah kita mendahulukan cara-cara yang demokratis da-lam menyambut dan menyuk-seskan musda nanti,” katanya.
Jika semua kader dapat me-lakukan ini, lanjut Pantouw, Musda PD Sulut sudah pasti akan menelurkan keputusan yang berwibawa di mata kon-stituen maupun masyarakat. Dengan demikian, siapa pun ketua partai yang terpilih dalam Musda nanti benar-benar sosok yang berwibawa di mata kon-stituen maupun masyarakat.
“Prinsip demokrasi tidak melarang kita untuk banting meja atau berteriak saat bermusyawarah. Jadi siapa saja yang ingin banting meja atau berteriak saat menyam-paikan pendapatnya dalam musda nanti, saya rasa itu wajar. Tapi ingat, banting meja dan berteriak yang saya mak-sud adalah dalam konteks de-mokratis, bukan anarkis. Silakan saja banting meja dan berteriak, tapi jangan lupa dengan norma dan etika,” kata Pantouw.
Senada diungkap sesepuh PD EE Mangindaan kepada Ko-mentar di Jakarta, Rabu (23/08). Lape, sapaan akrab Ma-ngindaan, mengimbau agar musda nanti jangan dijadikan ajang untuk saling menjatuh-kan antarsesama kandidat.
“Tidak mungkin seorang pemimpin yang berdiri sendiri bisa ber-hasil me-nakhodai partai. Karena itu, saya harap figur yang tam-pil sebagai ketua partai adalah orang yang mempunyai kepemimpinan kolektif,” katanya.
Ditanya soal permintaan DPP agar musda PD Sulut hanya menca-lonkan satu na-ma, Lape menga-takan itu sangat wajar. “tapi kalau dari arus bawah tidak menghendaki seperti itu, tidak masalah,” katanya.(rol/zal)
|
|