HOME : FOOTBALL

Berita Bolamania dan Tribun 

29 August 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

Lintas Berita Tribun


Nova/Butet Rebut Gelar Korea Open
PASANGAN ganda campuran Indonesia, Nova Widianto/Lilyana 'Butet' Natsir berhasil merebut gelar juara Korea Open 2006 setelah di final menundukkan pasangan Denmark, Jens Eriksen/Mette Schjoldager dengan dua set, 23-21, 21-18.
Gelar tersebut adalah satu-satunya gelar yang diraih tim bulu tangkis Indonesia di Korea Open. Tiga nomor lain yang diikuti, tunggal pria, ganda pria, dan ganda wanita, semuanya gagal memberikan gelar. Sebenarnya, peluang menambah koleksi gelar ada di nomor ganda putri. Sayangnya, pasangan Jo Novita/Greysia Polii menyerah atas pasangan Cina, Yang Wei/Zhang Jiewen 15-21, 19-21. 
Kendati gagal merebut gelar di iven tersebut, hasil yang dicapai Jo/Greysia yang cukup bagus. Pasalnya, ketika diputuskan untuk tampil di Korea, keduanya hanya ditargetkan masuk babak semi final. Sementara itu, uua andalan Indonesia di nomor tungga putra dan ganda putra sudah tersingkir sebelum menembus babak semi final. 
Di nomor tunggal putra, Taufik Hidayat tersingkir di putaran ketiga, sementara pasangan ganda, Luluk Hadiyanto/Alven Yulianto, malah tersingkir di putaran pertama. Ironisnya, di nomor ini gelar juara direbut pasangan gaek, Candra Widjaya/Tonny Gunawan (Indonesia/Amerika Serikat), yang mengalahkan pasangan tuan rumah Lee Jae Jin/ Hwang Ji Man, 21-18, 21-18.(*/dni)

Jatuh dari stal kuda
Dua Joki Dioperasi di RS Bethesda
NASIB naas dialami Joki Novi Sondakh dan Robby Saada ketika berlaga di Kejuaraan Pacuan Kuda Piala Walikota Manado di Arena Pacuan Kuda, Tompaso, Minahasa Sabtu lalu. Upaya keras keduanya untuk memacu agar kudanya berlari kencang justru berbuah petaka. Sondakh dan Saada akhirnya jatuh dari kuda dan mengalami patah tulang tungkai patah tulang belikat kiri.
Meski cukup kritis, tapi nyawa Sondakh dan Saada bisa diselamatkan setelah melalui operasi selama tiga jam oleh Dr W Sumanti SpB di Rumah Sakit Bethesda Tomohon, Sabtu pukul 24.00 WITA hingga Minggu pukul 03.00 WITA. Ketua Litbang KONI Sulut, Dr Joy Rattu,MS PhD kepada Komentar, kemarin mengatakan bahwa cedera yang dialami Sondakh sebenarnya cukup parah. Tapi setelah melalui operasi akhirnya ia bisa dipulangkan setelah seminggu menjalani pembedahan.
Sementara untuk Robby Saada, seusai menjalani operasi langsung dipulangkan karena kondisinya tidak terlalu kritis. “Novi akan pulang seminggu setelah pembedahan dan diharapkan penyembuhan lebih cepat karena di tulang yang patah telah dipasang platina. Khusus untuk Robby Saada bisa langsung dipulangkan karena kondisi cederanya tidak terlalu kritis,” ujar Joy Rattu.
Seperti telah diberitakan sebelumnya, lomba pacuan kuda dalam rangka HUT Kota Manado ke-383 yang dirangkaikan dengan HUT Proklamasi RI ke-61 serta setahun kepemimpinan Walikota Manado Jimmy Rimba Rogi dan Wakil Walikota Manado, Abdi Buchari berlangsung semarak. Akibat persaingan cukup ketat sehingga terjadi insiden termasuk jatuhnya Novi Sondakh dari stal kuda.
Karena insiden kecelakaan tersebut terjadi di saat mengikuti lomba pacuan kuda Piala Walikota Manado, segala urusan biaya langsung ditangani oleh Pemkot Manado. Hal itu diungkapkan Walikota Manado, Jimmy Rimba Rogi kepada dokter Joy Rattu, yang mendampingi proses operasi kedua joki tersebut. “Pak Wali sudah menjamin bahwa biaya untuk penyembuhan kedua joki ditanggung oleh Pemkot Manado,” kata Rattu.(dni)

Raih Peringkat 9 Asia di Sentul
Eric Montolalu Bersiap ke Kejurnas Gokart
KENDATI masih baru di arena gokart, tapi Eric Montolalu telah mampu bersaing di tingkat Asia. Sukses meraih peringkat kesembilan di Asian Kart Open Championship (AKOC) seri ketiga di Sirkuit Sentul Jakarta, Minggu (27/08) lalu, membuat pegokart yang mewakili Sulut itu kini mulai diperhitungkan di tingkat nasional.
Hal itu wajar sebab di kategori nasional khususnya di kelas Rotax Max Non Seeded, Eric berhasil mengejutkan pegokart nasional ketika ia merebut peringkat pertama. Bahkan, di kategori seeded, ia mampu bersaing dengan pembalap gokart senior ketika berhasil merebut posisi kelima.
Dengan hasil tersebut, putra mantan Wakapolda Sulut, Brigjen Pol Drs Harry Montolalu tersebut telah siap untuk berlaga di Kejurnas Gokart, yang menurut rencana digelar di Surabaya, September mendatang. “Hasil yang saya dapatkan di AKOC menjadi pegangan ketika saya tampil di kejurnas nanti,” kata Eric.
Sementara itu, atas keberhasilan di ajang perdana gokart, Eric Montolalu mengucapkan terima kasih kepada Walikota Manado, Jimmy Rimba Rogi SSos, Ketua Umum Pengda IMI Sulut, Drs Ronny Eman dan seluruh komunitas otomotif Sulut, yang sudah memberikan dukungan moril dalam perjuangannya meraih hasil optimal di iven international.(dni)

Sukses meraih medali emas di kejurnas Wonogiri
Olahraga Gantole Bakal Dipusatkan di Desa Kaweng-Kakas
SUKSES merebut medali emas di Kejurnas Layang Gantung atau Gantole, atlet-atlet Sulut bakal segera melaksanakan latihan rutin di Desa Kaweng Kakas, Minahasa. Manajer Tim Sulut ke Kejurnas Gantole, Drs Herman Sompie kepada Komentar, kemarin mengatakan bahwa hasil positif tersebut harus ditindaklanjuti dengan berlatih rutin. Sebab, cabang terbang layang masuk kategori olahraga yang dipertandingkan di PON XVII Kaltim 2008.
Dikatakannya, pihaknya bakal berusaha menfasiliasi latihan Tonny Kulit, Artis Lowing dan Rudolf Lenzun, karena keikutsertaan mereka pada Kejurnas Layang Gantung di Bukit Joglo Sendang Wonogiri Jawa Tengah, 21-27 Agustus 2006 lalu atas prakarsa dari Pemkab Kabupaten Minahasa Utara. Selain itu, hingga saat ini belum ada organisasi yang memayungi olahraga terbang layang di Sulut.
“Selama ini di Sulut belum ada organisasi Pordirga Layang Gantung Indonesia (PLGI), yang memayungi cabang olahraga terbang layang. Karena itulah, sebagai langkah ke depan, kami akan berusaha menampung minat pecinta olahraga ini dengan melakukan program latihan intensif di Desa Kaweng Kakas,” kata Sompie, yang juga adalah Asisten III Pemkab Minahasa Utara.
Seperti telah diberitakan sebelumnya, tiga atlet yang ikut berlaga di Wonogiri berhasil meraih satu medali emas. Menariknya, medali emas direbut di kelas bergengsi High Performance atas nama Tonny Kulit. “Hasil yang dicapai di Wonogiri cukup spektakuler karena sudah lebih dari sepuluh tahun mereka tidak menjalani latihan gantole,” kata Sompie, seraya mengatakan bahwa ketiga atlet Sulut sebelumnya pernah menjadi atlet Jawa Barat.(dni)

Persiapan ke Porwanas, Cabang Bridge Gelar Latihan
GUNA mempersiapkan atlet ke Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) di Samarinda, 02-07 Februari 2007 mendatang, cabang bridge kini telah membuat program latihan kepada para wartawan yang berminat untuk ikut serta. Proses pelaksanaan latihan akan dilakukan pada hari Rabu dan Jumat pada akhir Agustus dan September. Program latihan awal akan diiringi dengan registrasi bagi wartawan.
Kemudian, setelah menjalani latihan awal, program seleksi akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2006. Dan, setelah mendapatkan atlet yang siap untuk tampil di Porwanas, program Training Center (TC) akan dilaksanakan bulan November 2006 hingga menjelang keberangkatan ke Samarinda. Demikian diungkapkan Koordinator Cabang Bridge PWI, Ir Chris Hombokau MT.
“Untuk informasi lebih lanjut dapat ditanyakan di Kantor PWI atau langsung kepada saya. Tapi, kalau ingin jelasnya sebaiknya hadir di program latihan sekaligus registrasi yang akan dilaksanakan pada hari Rabu dan Jumat bulan Agustus dan September 2006 ini,” tutur Hombokau, yang juga adalah Direktur Sekolah Bridge Tonaas Wangko Sulut.(dni)

 
  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin