|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Komoditi Kelapa
Diprediksi Bakal Berjaya
|
Pengamat Ekonomi Sulut, Ir Jen Tatuh menegaskan, bah-wa prospek komoditi kelapa Sulut yang selama ini selalu terpuruk, tidak lama lagi bakal berakhir. Hal ini dikatakannya menyusul adanya peluang pasar Amerika yang mulai terbuka. “Komoditi kelapa ini prospeknya ke depan sangat bagus. Apalagi jika hal ini ditunjang oleh peluang pasar Amerika yang mulai terbuka,” ujarnya kepada wartawan akhir pekan lalu.
Anjloknya harga kelapa, kata Tatuh, lebih disebabkan oleh adanya black campaign pada tahun 1950-an yang menya-takan bahwa kandungan koles-terol pada komoditi kelapa ini melebihi kelapa sawit. Alhasil, produk unggulan Sulut ini pun mulai ditinggalkan dan orang lebih memilih menggunakan sawit ataupun minyak yang di-hasilkan oleh jagung, kedelai maupun bunga matahari. “Se-jak adanya kampaye tersebut yang menyatakan minyak kela-pa mengandung kolesterol, maka sejak saat itulah masa jaya kelapa jatuh dan terpu-ruk,” katanya.
Namun kondisi ini, berangsur akan pulih. Berikut dilakukan-nya penelitian laboratorium pada tahun 1980-an dan mem-buktikan bahwa kandungan kolesterol kelapa tidak seperti yang diduga sebelumnya. Bah-kan memiliki khasiat yang tidak didapatkan dari komoditi lainnya.
“Nah, untuk mengem-balikan citra kelapa ini me-mang tidak mudah. Sebab, di-perlukan upaya sosialisasi sekaligus promosi yang gencar. Memang selama ini upaya kampanye telah kita lakukan hanya saja belum terlalu gencar,” ujarnya.(eda)
|
|