|
|
|
|
![]() |
![]() |
Pemekaran Kakas Jadi Prioritas Pemkab
Belakangan berkembang wacana tentang pemekaran wilayah kecamatan yang ada di Kecamatan Kakas. Menariknya, Aspirasi ini langsung mendapat respon dari Pemerintah Kabupaten Minahasa. Kepada sejumlah wartawan, Juru Bicara Pemkab Glady Kawatu SH MSi, mengatakan kalau aspirasi masyarakat tersebut akan menjadi prioritas Pemkab Minahasa. Ini dilihat dari alasan pemekaran yang nampak sangat masuk akal. Dimana, jumlah desa di Kecamatan Kakas sudah mencapai 20 desa. “Dilihat dari jumlah desa, pelayanan terhadap masyarakat mungkin sudah ada pengaruhnya. Jadi silakan masyarakat menyampaikan aspirasi ini ke Pemkab Minahasa, untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Ini akan menjadi prioritas pemkab,” ujarnya, Senin (28/08).
Namun begitu, usulan pemekaran ini harus dikaji dan dibicarakan bersama dengan para tokoh-tokoh masyarakat Kakas. Yang pasti, Pemkab sangat merespon pemekaran ini, karena tujuannya semata untuk pendekatan pelayanan pada masyarakat.(dav)
Resahkan peternak babi local
Bupati : KKP Perlu Ditinjau
Aspirasi peternak babi lokal asal Langowan dan Sonder, ternyata menjadi perhatian serius Bupati Minahasa Drs S Vreeke Runtu. Bahkan sebagai respon positif, Bupati Runtu meminta agar Pemerintah Provinsi Sulut, meninjau keberadaan PT Kawanua Kaharipen Pantera (KKP), karena telah mengancam usaha peternak babi lokal.
Menurut Bupati, peninjauan ini terkait kontrak perusahaan diatas areal sekitar 100 ha, di kawasan Tampusu. Sebab waktu kontraknya adalah 25 tahun. Sementara itu, produksi PT KKP mencapai angka ribuan. Padahal setahu dia, pangsa pasar perusahaan bonafit ini bukan di dalam daerah, melainkan untuk diekspor. “Ini perlu ditinjau agar tidak terjadi demo lagi. Karena bagaimanapun yang dirugikan adalah masyarakat kecil,” tukasnya.
Sebagaimana diketahui, sejumlah peternak local pernah mendatangi Kantor Bupati Minahasa, guna menyampaikan aspirasi terkait produksi babi PT KKP. Pasalnya, PT KKP telah menjual produksi mereka dengan harga lebih murah dibanding harga yang dipatok peternak lokal. Ujung-ujungnya, pasar daging babi menjadi lesu dan ekonomi rakyat peternak babi terganggu.(dav)
|
|