|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Pancasila Sebagai Falsafah Masyarakat Indonesia
|
Kongres I Tokoh Agama Se-Indonesia yang dilaksanakan di Hotel Acacia Jakarta, sepakat mempertahankan Pancasila sebagai pilar kehidupan berbangsa dan bernegara. Apalagi Pancasila satu-satunya falsafah negara yang mempersatukan masyarakat umat beragama dalam NKRI dan harus menjadi acuan dari seluruh sistem hukum dan sistem politik negara.
Hal tersebut tercetus dalam Kongres yang berlangsung pada 22-24 Agustus 2006 itu diikuti 200 peserta dari lintas agama, Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Konghucu.
Rekomendasi itu sediri ditandatangani perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) oleh Nazri Adlani, Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) oleh Pendeta Weinata Sairin, Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) oleh Romo Beny Susetyo, Parisada Pusat I Nyoman Suwanda, Perwakilan Umat Buddha Indonesia Rusli, dan Budi S Tanuwibowo mewakili Majelis Tinggi Agama Konghucu.
Rekomendasi menyatakan Pancasila dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika-nya dalam aktualisasinya hendaknya menyentuh pada internalisasi nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan dalam mengupayakan kesejahteraan bersama.
Menyikapi hasil kongres tersebut Ketua Yayasan Pendidikan Katolik Pastor Fred Tawaluyan Senin (28/08) menegaskan, sebagai pilar hidup berbangsa dan bernegara, bahkan sebagai falsafah hidup, maka pancasila masih sakti dan mempersatukan. Hingga saat ini Pancasila masih sangat dibutuhkan.
Karena itu menurut Tawaluyan, Pancasila dicetuskan dari rahim pluralistas dan universalitas serta heterogenitas kehidupan berbangsa, berbudaya dari pelbagai ras suku, etnis, bahasa, daerah di bumi Indonesia.
Olah sebab itu, Pancasila harus diakui sebagai slogan dan simbol daya magic bangsa Indonesia. Hidup beragama dijamin keadilan dan keadaban diakui, persatuan bangsa diusahakan, demokrasi dijunjung tinggi, kesejahteraan diupayakan. “Cuma Pancasila harus tetap dikawal, dijaga dan dilindungi, karena mulai sering disusupi kepentingan tertentu.Kongres satu ini mudah-mudahan menjadi ajang konsultasi dan revitalisasi semangat penemu negara ini,” tegasnya.(aan)
|
|