|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Ayam
Mati Capai 500-an, Anjing pun Ikut
Tertular
|
Kasus ayam mati mendadak di Amurang, terus bertambah. Malah hingga Selasa (29/08) kemarin, diperoleh informasi bahwa jumlah ayam yang mati mencapai 507 ekor. Tak hanya itu, temuan yang terjadi di Desa Rumoong Bawah, Kecamatan Amurang ini, ikut membias ke sejumlah anjing yang ditengarai tertular dari virus yang menyerang ayam tersebut.
Oleh masyarakat, tanda-tan-da pada anjing yang tertular itu, yakni mengeluarkan liur dan alami kelumpuhan. An-jing-anjing ini diduga tertular karena sempat memakan ayam yang mati tersebut. War-ga Amurang pun makin panik atas kasus ini.
“Torang kan so dengar-de-ngar itu wabah Flu Burung, karna ini sangat menakutkan. Jadi torang sekarang warga so cemas dan resah,” ujar Ny Nontje Ingkiriwang, salah satu pemilik ayam peliharaan yang mati mendadak. Dia makin kha-watir ketika anjing peliharaan mereka juga ikut tertular. “Anjing jadi lumpuh habis makan ayam mati,’’ katanya.
Menanggapi kasus ini, Kadis Pertanian dan Kehewanan Minsel, Ir Wangke Karundeng didampingi Kadis Kesehatan dr Tommy Kawengian meng-imbau, agar masyarakat tidak panik. “Yang jelas, Minsel ma-sih aman dari kasus Flu Bu-rung. Kasus matinya ayam mendadak ini hanya karna faktor alam dan musiman. Jadi warga tak perlu resah dan khawatir dengan gejala flu burung itu sendiri,” jelas dr Kawengian seraya mengata-kan, ada dugaan kuat penya-kit ayam mati terkait virus Newcastle Diseas (ND).
Hal senada juga diungkap-kan Kadis Pertanian dan Ke-hewannan Minsel, Ir Wangke Karundeng, di mana, dengan telah menyiapkan vaksin anti- virus Flu Burung kepada he-wan ternak dan warga masya-rakat sendiri. Maka pihaknya mengimbau agar warga tak perlu cemas, dan bisa sesege-ra mungkin melaporkan kalau ada gejala-gejala lainnya yang mencurigakan. “Informasi du-gaan flu burung ini, memang ada hikmahnya supaya kita warga masyarakat Minsel khususnya Amurang, waspa-da dan berjaga-jaga. Tapi tak perlu resah apalagi takut, kar-na pemerintah pasti tak akan membiarkan kasus seperti ini,” tegas Karundeng. Dari pantauan kemarin, pihak Dinas Kesehatan Propinsi Sulut yang dipimpin oleh dr Engelbert Pioh. Terlihat lang-sung mendatangi sejumlah warga di Desa Rumoong Ba-wah, dengan membawa se-jumlah obat-oabatan seperti kapsul tamiflu untuk warga masyarakat, serta penyempro-tan bio-security ke sejumlah pekarangan warga.(pen)
gejala flu burung
Pada Unggas:
- Jengger berwarna biru
- Mengeluarkan lendir
- Borok di kaki
- Kematian Mendadak
Pada Manusia:
- Demam (suhu di atas 38 °C)
- Lemas dan sesak napas
- Pendarahan hidung dan gusi
- Muntah dan nyeri perut serta diare
- Batuk dan nyeri tenggorokan
- Nyeri otot
|
|