HOME : FOOTBALL

Headlines News  

30 August 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

Dugaan Sementara diserang Virus ND

Ayam Mati Amurang Diperiksa di Makassar


Buntut kematian mendadak ratusan ayam di Amurang (Mi-nahasa Selatan), Pemprop Sulut langsung menurunkan tim melakukan penyelidikan. Kini, sampel ayam mati telah diambil dan dikirim ke labfor Maros (Makassar) untuk dipastikan, 
apakah ayam-ayam itu terse-rang virus flu burung atau pe-nyakit lainnya. 
Sekprop Sulut Dr Johanis Kaloh kepada wartawan ke-marin (29/08) mengatakan, Gubernur Sarundajang me-mang telah menginstruksikan tim turun langsung ke TKP (Tempat Kejadian Perkara). 
“Gubernur telah mengin-struksikan instansi-instansi terkait untuk meninjau lang-sung kondisi masyarakat Amurang dan persoalannya, sekaligus memberikan ban-tuan yang diperlukan,” ung-kapnya.
Ia menjelaskan, instansi ter-kait yang terjun ke lokasi ada-lah Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sulut Dr E Pijoh, Ke-pala Dinas Peternakan Sulut Ir Lucky Longdong, dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa Pro-pinsi Sulut Drs JJ Mongkaren. “Mereka yang diutus ini akan memberikan laporan tertulis tentang kondisi sesungguhnya yang terjadi di sana. Tetapi tentunya jika mendesak diper-lukan, maka instansi-instansi tersebut memberikan bantuan kepada warga,” jelasnya.
Sementara itu Longdong menjelaskan, pihaknya meng-ikutsertakan dokter hewan ke lokasi. Dan dari hasil semen-tara yang diterimanya, ayam-ayam yang mati di Amurang ditengarai akibat gejala klinis penyakit Newcastle Disease (ND) atau tetelo. “Tapi sampel-nya sudah dibawa ke Makasar Sulawesi Selatan untuk me-mastikan apakah dikategori-kan penyakit flu burung atau tidak,” ujarnya. 
Wakil Kadispertanak, Dr Drh Frederik Rotinsulu menam-bahkan, dari cara mati ayam mengalami ‘terputar leher’ atau tetelo (terticolis). Virus ini menyerang syaraf. Dua staf-nya, masing-masing Yusmono dan Nyoman Relli telah me-ngambil sampel untuk selan-jutnya dilakukan penelitian secara uji klinis di Balai Besar Veteriner Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. 
“Tapi dari gejala klinis dan epidemilogi, kematian ayam tersebut mengarah ke ND. Namun untuk membuktikan-nya, kami masih mengirimkan sampel untuk diketahui hasil-nya. Dan ini memerlukan waktu antara 3-4 hari, atau paling lambat sepekan,” ujarnya.
Menariknya, kematian ratu-san ayam, bukan menyerang ayam petelur ataupun peda-ging, melainkan ayam buras. Dan biasanya sering terjadi pada pergantian musim. Na-mun pada masyarakat tidak bersifat sonosis atau memba-hayakan, sebab yang terjadi kemungkinan hanya perada-ngan mata. 
Oleh sebab itu, kata dia, ma-syarakat diharapkan tidak ter-lalu mengkhawatirkannya, na-mun demikian tetap waspada. Sebab, virus ND ini akan mati pada suhu 65 derajat untuk telur dan 80 derajat untuk da-ging. “Dari sisi konsumsi pro-duk, kami meminta warga untuk tidak mengkhawatir-kannya. Sebab, virus ini akan mati pada suhu tertentu,” tu-kasnya sembari menambah-kan dari 2 ribu populasi ayam yang mati adalah 200 ekor, bukan 300 ekor.
Untuk mengantisipasi pe-nyebaran virus ND ini, masya-rakat diinstruksikan untuk melakukan vaksinasi sekali-gus juga bio-security dan mem-perketat check point lalu lintas dagang ternak.(eda/imo)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin