HOME : FOOTBALL

Headlines News  

30 August 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

Kantor Herman Kemala Didemo Mahasiwa Unsrat


Ratusan mahasiswa yang berasal dari Universitas Sam ratulangi (Unsrat), Selasa (29/08) kemarin, menggelar aksi demo di depan gedung kantor milik Herman Kemala (HK) yang terletak di bilangan Wanea Plaza. 
Hanya saja, para pendemo yang umumnya menggunakan kaos merah ini, tidak bisa mendekati kantor tersebut. Mereka tidak diizinkan polisi yang melakukan pengamanan di sekitar lokasi gedung HK. Sehingga para mahasiswa hanya bisa menyampaikan tuntutannya dari jalan sam-ping Restoran Mawar Sharon, yang berjarak sekitar 50 meter dari gedung HK.
Aksi mahasiswa ini sendiri terkait disebut-sebutnya na-ma HK dalam kasus di Riau. Dalam orasinya, para pende-mo mendesak agar nama baik Unsrat dipulihkan. Aksi se-jumlah oknum, dinilai mereka telah mencemarkan nama Un-srat. “Telah terjadi penipuan besar-besaran di Riau yang mengatasnamakan Unsrat yang mengakibatkan nama Unsrat tercoreng,’’ kata me-reka. 
Para mahasiswa yang dipim-pin Ketua Senat Fakultas Hu-kum, Dedi Kartoansiga dan Ketua BPM Unsrat Johni Tu-miwa kemudian mengaitkan nama HK. Terutama berang-kat dari temuan Tim Pencari Fakta Unsrat, bahwa ada slip transfer dana dari oknum di Riau terhadap HK. “Kami me-miliki bukti bahwa dana yang terkumpul disetor ke rekening HK, dan akan kami berikan ke pihak kepolisian,’’ tandas me-reka seraya menilai, HK dite-ngarai ikut membuat nama Unsrat tercemar.
“Nama Unsrat sudah terco-reng karena Herman Kemala mengutus mahasiswa memba-wa proposal untuk cari uang,” teriak Dedi. Dalam aksinya, para mahasiswa yang umum-nya dari Fakultas Hukum dan Teknik ini, turut membawa se-jumlah spanduk yang bertuli-san protes atas aksi meng-atasnamakan Unsrat, serta mendesak agar polisi meng-usut siapa yang berada di balik penipuan tersebut. 
Dari Wanea, mahasiwa ke-mudian bertolak menuju Ma-polda Sulut di Jalan Bethesda guna menyampaikan aspirasi-nya, dan kemudian ke Kam-pus Unsrat. Rektor Unsrat Prof Dr Ir LW Sondakh MEc yang dikonfirmasi via telepon, menolak jika aksi tersebut mengatasnamakan Unsrat. 
Sondakh yang sementara berada di Batam menjelaskan, aksi mahasiswa itu merupa-kan bentuk political right dan aspirasi di luar kampus, yang berada di luar kewenangan rektor. Hanya saja, Sondakh menghimbau agar aspirasi para mahasiswa itu diako-modir. 
“Kewenangan rektor terba-tas. Ndak bisa melarang poli-tical right dan aspirasi di luar kampus. Saya sudah bilang ke PR III, supaya tidak perlu demo. Jadi kalau ada demo ke HK, itu bukan dan tidak meng-atasnamakan Unsrat. Itu ini-siatif dan konsekuensi priba-di. Tapi saya imbau agar pe-merintah (kepolisian) perlu mengakomodir aspirasi mere-ka. Tapi juga harus menindaki siapa-siapa dari pendemo itu yang bertindak anarkis dan menyalahi asas praduga tak bersalah. Misalnya fitnah dan sebagainya,” urainya mem-pertegas via Short Message Service (SMS). 
Sedangkan mengenai keterli-batan mahasiwa baru khu-susnya dari Fakultas Hukum, menurut PD III Tonny Rompis SH, tidak sepenuhnya benar. “Ini kan kebetulan masih li-bur, tapi tidak semua juga ma-hasiwa baru, kan juga maha-siwa senior baik dari Fakultas Hukum maupun dari Fakultas Teknik,” jelasnya.
Sementara itu, ketika se-jumlah wartawan ingin mene-mui di gedung kantornya, Her-man Kemala memilih diwa-wancarai di luar gedung ber-tingkat 6-7 tersebut, tepatnya di depan pagar. Ketua YPI Ke-muliaan Allah ini menampik keterlibatan dirinya dengan kasus Riau. “Apa yang terjadi di Riau, tidak ada sangkut pautnya dengan Yayasan Kemala (Kemuliaan Allah). Ini Fitnah, rekening transaksi itu tidak ada,” tegas Kemala de-ngan nada emosi. 
Dikatakannya lagi, bahwa tidak benar ada transfer reke-ning dari aktivitas pemuda atau mahasiswa yang melakukan pencarian proposal di Dumai, Riau. Yang ada hanyalah transfer uang terkait bisnisnya, berupa logam mulai dengan rekanannya. Selain itu, HK juga menjelaskan, bahwa gedung di Wanea Plaza merupakan pusat bisnis yang dijalankan oleh yayasan miliknya.
Sementara dari Mapolda, Wakapolda Sulut Kombes Drs Dinar MM mengatakan, pihaknya tak bisa berbuat apa-apa dalam kasus ini. “Kasus ini kan sepenuhnya ditangani Kepolisian Riau, jadi kami tak bisa berbuat apa-apa. Nah kalau TKP di Sulut, tentunya kami langsung tangani,” tuturnya.
Sejauh ini, kata Dinar, belum ada permintaan bantuan dari Kepolisian Riau ke pihak Polda Sulut. “Sampai saat ini kami belum dihubungi,” kuncinya.(mon/vic/jok)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin