|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berbagai Aksi Cabul,
Langgar Ajaran Agama
|
Belakangan ini sering terjadi aksi cabul yang dilakukan dilakukan dengan berbagai alasan bahkan ada yang mengatakan tidak sadar dalam melakukan tindakan tak terpuji. Menanggapi hal tersebut, tokoh agama di Sulut jelas-jelas menyesalkan perbuatan tersebut, apalagi perbuatan cabul tersebut sudah melanggar ajaran agama dan melanggar hukum manusia.
“Semua agama yang pasti melarang dan mengharamkan perbuatan cabul,” kata Tokoh Agama Khonghucu Drs Hanny Kilapong SE, Selasa (29/08) sembari menjelaskan bawa semua agama melarang untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan kesusilaan (Lee). “Mengendalikan diri pulang kepada kesusilaan, itulah cinta kasih (Jien) dan itu tergantung pada usaha diri sendiri,” tambahnya.
Hal serupa juga dikatakan tokoh Islam Hi Utiah. “Perbuatan cabul yang dilakukan oleh seseorang, menandakan nilai iman yang mereka miliki sangat lemah. Karena, tidak mampu menahan nafsu setan, yang bertujuan untuk menjerumuskan manusia-manusia dimuka bumi menuju jalan kegelapan dan sesat,” katanya.
Sedangkan dalam ajaran Agama Islam, menurut dia perbuatan cabul jelas-jelas diharamkan dan dilarang keras. Perbuatan cabul seseorang juga menandakan bahwa nilai moral dan etika mereka telah bobrok total, sebab telah ditutup mata hatinya, sehingga tidak membedakan mana itu perbuatan yang baik, dan yang dilarang oleh agama. Terlebih, jika dilakukan oleh oknum guru agama, guru pengajar maupun orang terdekar korban. ”Dimana, rasa naluri dan iman yang mereka miliki, yang seharusnya menjadi pelindungl,” ucapnya.
Hukuman perbuatan cabul, tentunya harus diproses secara hukum, sesuai dengan ketentuan dan aturan hukum yang berlaku di negara kita. Guna meminimalisir, aksi ini tentunya perkuat tembok keimanan, agar tidak terpengaruh dengan ajakan/bisikan setan.(aan)
|
|