|
|
|
|
![]() |
![]() |
KABAR mengejutkan datang dari Kabupaten Sangihe. Seperti diberitakan harian ini, tak kurang dari 124 warga di kabupaten yang sedang menyambut pilkada tersebut telah meninggal dunia akibat digigit anjing gila atau istilah medisnya rabies.
Tak terkecuali bagi seorang calon Calon Kapitalaung atau pamong desa Martin Madelu (36). Ia menjadi korban ke 124 yang dilaporkan meninggal dunia (selang tahun 2005-06) setelah sebelumnya digigit anjing terifeksi rabies, Rabu (29/03).
Rabies adalah sebuah encephalomyelitis maut yang akut disebabkan oleh virus neurotropik dari famili Rhabdoviridae, genus Lyssavirus, dan hampir selalu disebarkan oleh gigitan binatang yang innoculate virus hingga luka. Sangat jarang rabies disebarkan oleh karena bukan gigitan yang memasukkan virus kedalam luka yang terbuka atau selaput lendir. Penyakit berkembang dari fase prodromal yang tidak spesifik sampai paresis atau paralysis; kejang otot telan dapat terdorong oleh penglihatan, suara, atau melihat air (hydrophobia); kegilaan dan ledakan tawa dapat terjadi, diikuti dengan koma dan kematian. Semua mamalia diyakini rentan, tetapi gudangnya terdiri dari karnivora dan kelelawar. Sekalipun anjing merupakan gudang utama di negara-negara berkembang, epidemiologi penyakit ini cukup berbeda dari satu daerah atau negara dengan yang lain sehingga evaluasi medis harus memperhitungkan semua gigitan mamalia.
Untuk itu, diharapkan kepada seluruh masyarakat Sulut untuk lebih selektif dalam memliharan jenis hewan pelih
araan termasuk jenis anjing. Peran Dinas Kesehatan untuk senantiasa melakukan pemantauan disertai sosialisasi sangat penting demi menghindarkan korban bretambah lebih banyak lagi.(**)
|
|