HOME : FOOTBALL

Headlines News  

03 April 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

Presiden dikarikaturkan ‘tunggangi’ warga Papua
Dihina Koran Australia, SBY Hanya Geleng Kepala


Buntut pemuatan kartun Perdana Menteri (PM) John Howard dan Downer di Harian Rakyat Merdeka, kini koran Australia juga mempublikasi karikatur penghinaan terhadap Presiden SBY. Karikatur dalam The Weekend Australian meng-gambarkan Presiden SBY memiliki ekor sedang ‘menceng-kramai’ seorang warga yang diidentikkan dengan orang Papua. 
Imbasnya, karikatur itu mem-buat kemarahan di Indonesia. Namun anggota Fraksi PDIP DPR , Alfridel Jinu menilai, kar-tun tersebut tidak perlu di-tanggapi dengan keras, untuk membuktikan Bangsa Indone-sia tidak terpengaruh oleh sia-sat asing merusak bangsa ini. 
“PM Howard sendiri ketika karikaturnya dimuat media di Indonesia tidak melakukan reaksi keras. Ini membuktikan mereka mampu memberi citra sebagai bangsa yang besar dan kokoh dari pengaruh luar,” katanya di Jakarta.
Dia berpendapat, energi bangsa ini jangan sampai ter-kuras untuk masalah kartun presiden. Yang jauh lebih pen-ting adalah energi yang ada di-gunakan bagaimana agar rakyat bisa bebas dari kemis-kinan dan atau kelaparan. 
“Jangan sampai terkesan baru dibuat kartun saja bangsa ini sudah panik. Jangan sampai kesalahan bangsa lain, kita bereaksi keras, tapi kebijakan pemerintah yang bisa meng-sengsarakan rakyat malah diam,” katanya. 
Karikatur presiden itu tidak mendesak dan tidak penting ditanggapi. Rakyat jangan lebih bersikap dari presidennya yang cukup dengan geleng-geleng kepala saja. Seperti yang di-ungkapkan dua jubirnya Andi- Mallarangeng dan Dino Pati Djalal. Presiden hanya “geleng-geleng kepala saja” menanggapi kartun di media Australia. “Sikap itu bisa bermakna, kita memang sudah sangat lemah terhadap Australia atau kari-katur itu tidak harus ditanggapi presiden,” katanya. 
Sementara itu, Pemerintah Australia sendiri mengecam pemuatan kartun SBY di harian The Australian edisi akhir pekan Sabtu, (01/04). “Pemerintah Australia tidak akan me-maafkan pemuatan kartun itu,” ungkap Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia Alexander Downer, Sabtu (01/04), seperti diberitakan ABC Online.
Pada kartun tersebut, Presi-den Susilo digambarkan mema-kai kopiah hitam dan mem-punyai ekor sambil berkata, “Don’t take this the wrong way...”, sementara di bawahnya ada gambar seseorang berkulit hitam yang dinyatakan pem-buatnya, Bill Leak itu, sebagai warga Papua.
Downer sadar betul pemuatan kartun tersebut dapat mema-naskan hubungan Indonesia-Australia, apalagi persoalan pemberian visa sementara bagiu 42 warga Papua belum selesai. Karena itu, Downer me-ngirimkan pernyataan pers ke sejumlah media di Australia dan Indonesia bahwa Peme-rintah Australia tidak men-dukung pemuatan kartun tersebut.
“Saya ingin menjelaskan persoalan ini karena itu kami mengirimkan pernyataan pers di Australia maupun Indonesia. Pemerintah Australia tidak akan memaafkan pemuatan kartun tersebut,” kata Downer. 
Sedangkan Anggota Komisi I DPR, Effendi Choiri, mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajukan guga-tan secara hukum kepada ha-rian “The Weekend Australian” yang telah melakukan peng-hinaan melalui gambar kari-katur.
“Sebagai pemimpin bangsa besar, Presiden SBY harus berani memberikan perlawanan dengan mengajukan gugatan hukum kepada media Australia yang telah melakukan penghi-naan kepadanya,” kata Wakil Ketua FKB itu.
Effendi menilai selama ini Pemerintah Indonesia terkesan tak berdaya dan pasrah dalam menghadapi berbagai persoalan dengan negara-negara besar, seperti Amerika Serikat, Inggris dan Australia. “Padahal Indo-nesia adalah negara dengan jumlah penduduk terbesar ke-empat di dunia dengan keka-yaan alam yang melimpah, mes-tinya kita punya posisi bargai-ning (tawar-menawar, red) yang kuat. Sangat disayangkan jika para pemimpin kita, diplomat karir kita ’letoy’(lemah, red) be-gitu saja menghadapi manuver mereka,” ujarnya.(kcm/dtc/*)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin