|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Jelaskan Soal Papua,
Massie Cs ke Australia
|
Anggota Komisi I DPR RI asal Sulut, Jeffrey Johanes Massie bersama lima legislator lainnya, dipercayakan parlemen dan pe-merintah untuk menjelaskan soal Papua ke pihak Australia. Salah satu agenda kunjungan Massie cs adalah menjelaskan dan mem-pertegas sikap Indonesia soal pemberian visa tinggal semen-tara bagi 42 warga Papua pen-cari suaka.
‘’Itu salah satu di antaranya persoalan yang perlu kami bicarakan. Tapi ada juga hal-hal lain, menyangkut hubungan kedua negara,’’ ungkap ang-gota F-PDS ini, Minggu (02/04). Sedangkan Ketua Delegasi, Effendi Simbolon dari F-PDIP
menegaskan, “Kunjungan ka-mi ke Canberra untuk melaku-kan pembicaraan dengan par-lemen Australia atau parliament to parliament.’’
Selain bertemu dengan parle-men Australia, keenam anggota DPR ini juga akan menemui pejabat Australia, guna me-nyampaikan hal serupa.
“Tidak itu saja, kami juga akan menemui 42 warga Papua pen-cari suaka,” katanya menam-bahkan. Effendi menekankan, kunjungan tersebut dimaksud-kan untuk memberitahukan ke-pada pemerintah dan elemen Australia apa yang mereka tu-duhkan bahwa ada masalah kemanusiaan dan pembunu-han massal atau genocide itu tidak berdasar sama sekali.
“Oleh karena itu nanti akan kami tunjukkan bukti-bukti bahwa tuduhan mereka tidak benar,” ujarnya, seraya menam-bahkan, bukti-bukti yang akan disampaikan merupakan data-data primer yang diperoleh dari BIN, kepolisian, TNI dan gereja di Papua.
Bukti itu antara lain menun-jukkan, bahwa ke-43 warga Papua tersebut terdiri atas ber-bagai suku, serta tidak adanya keterlibatan pihak gereja di Papua untuk membantu ekso-dus tersebut. “Bukti yang kami pegang menunjukkan adanya rekayasa. Itu pun yang mela-kukan adalah orang Indonesia sendiri dan dibantu oleh Australia,” tutur Effendi.
Ia menegaskan, kunjungan tersebut menggunakan dana kolektif yang dikumpulkan dari keenam anggota. “Jadi, kita pergi atas biaya sendiri meski-pun kepergian kami nanti disetujui sebagai delegasi resmi,” kata Effendi.
Ia menambahkan, kunjungan tersebut juga dilatarbelakangi sikap Pemerintah Indonesia yang terlalu “lunak” menghadapi kebijakan Australia yang mem-berikan visa tinggal sementara kepada 42 dari 43 warga Papua pencari suaka.
“Pekan ini kami akan me-nemui pimpinan DPR, untuk meminta legitimiasi sebagai delegasi resmi. Setelah dapat persetujuan, kami akan segera berangkat,” kata Effendi me-nambahkan.
Keenam anggota Komisi Luar Negeri yang akan berangkat ke Canberra adalah Yuddy Chris-nandi (Fraksi PG), Happy Bone Zulkarnaen (Fraksi PG), Jeffrey Johanes Massie (Fraksi PDS), Ali Mochtar Ngabalin (Fraksi BPD), Dedi Djamaluddin Malik (Fraksi PAN) dan Effendi MS Simbolon (Fraksi PDIP).(rik/kcm)
|
|