|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Dari dialog dengan AMT
Kapolres Perintahkan Tangkap Chandra Modeong
|
Salah satu konsekuensi dari demo Aliansi Masyarakat Totabuan (AMT) 23 Maret lalu adalah penggantian Kapolres Bolmong. Ironisnya, pemimpin demo yakni Jenderal Lapangan (Jenlap) Chandra Modeong, sampai kini belum juga diperiksa polisi. Kabarnya aktivis ini telah melarikan diri, karena itu Pelaksana Harian (Lakhar) Kapolres Bolmong AKBP Adeni Muhan mengaku telah memerintahkan anak buahnya untuk mencari dan menangkap Modeong.
Perintah penangkapan kepa-da aktivis yang juga dikenal Ko-mandan Banser Bolmong ini, disampaikan Kapolres pada pertemuan dan dialog dengan AMT di Aula Ambang Polres Bolmong, Sabtu (01/04) lalu. “Akibat dari demo itu, Kapolres Bolmong sampai dicopot dari jabatan. Tapi Jenderal Lapangan dari pendemo kok lari, ini kan tidak bertanggung jawab. Se-hingga saya sudah perintah-kan aparat untuk mencari dan menangkap Chandra Mo-deong,” tandas Muhan.
Dialog itu dihadiri antara lain oleh dua mantan Bupati Bol-mong, yakni Drs Hi Jambat Da-mopolii dan Drs Hi Muda Moko-gitna, ketua Tim Sukses DeWa, Drs Syamsuri Manoppo plus ketua DPD PAN Bolmong Drs Jemmy Lantong dan jajarannya, mantan Kajari Ternate, Halim Paputungan SH, serta para tokoh masyarakat lainnya.
Sejumlah persoalan hukum pun diungkapkan AMT. Di antaranya dari Halim Papu-tungan yang mempertanyakan penuntasan dugaan korupsi yang sudah menjadi rahasia umum, namun sampai seka-rang belum ada titik terang. Berikut dari Syamsuri Ma-noppo yang menyentil tentang persoalan illegal logging, yang melibatkan orang-orang dekat penguasa.
Sedangkan Jambat Damopo-lii, mantan bupati Bolmong periode, mengingatkan kembali moto 3 M (Mototompiaan, Moto-tanoban bo Mototompiaan) yang dicetuskannya semasa menja-bat bupati. Kata dia, kalau semua pejabat yang datang ke Bolmong memegang moto ini, maka Bumi Totabuan dijamin tetap aman. Dia juga menyen-til, tetap berjuang untuk me-nyampaikan gugatan terkait persoalan pilkada. Namun dengan jiwa besar, dia me-ngaku kalaupun nantinya pe-menang gugatan itu adalah pihak yang telah ditetapkan KPUD sebagai bupati dan wakil bupati terpilih, maka secara gentle semua masyarakat siap menerima dan mendukungnya. “Silakan jalankan pemerin-tahan, namun kalau ada pe-nyimpangan pidana dan lain-lain, harus diproses hukum,” kata dia sembari meminta kepada Kapolres agar tidak terjadi lagi peristiwa penem-bakan kepada demonstran.
Yang menarik juga dari Jemmy Lantong, ketika menga-takan sangat percaya bahwa Kapolres Bolmong yang baru akan mampu menuntaskan segala persoalan yang melilit rakyat Totabuan. Karena itu, Lantong pun menyampaikan harapan agar Adeni Muhan bisa bertahan sampai ‘tiga kalender’ di Bolmong ini.
Kapolres yang juga masih menjabat sebagai DanBrimob Polda Sulut mengaku sangat memahami keinginan dan harapan AMT. Sembari ber-harap, kalau dirinya jangan pernah di-pressure atau diinti-midasi saat menunaikan tugas. Sebab dirinya tahu apa yang harus dilakukan, dan Kapolda Sulut pun tahu tugas serta tanggung jawab yang dia embannya.(tus)
|
|