|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Hambat Investasi di
Sulut
Pengembang Minta Pemerintah Seriusi Masalah Krisis Listrik
|
Sejumlah pengembang di areal reklamasi di sepanjang Pantai Manado mendesak pemerintah daerah untuk menseriusi masalah krisis listrik di daerah ini. Sebab menurut mereka, jika masalah ini tidak segera diatasi, dampaknya akan berimbas buruk terhadap iklim investasi di Sulut.
Yosep Sibi, Kepala Bagian Sumber Daya Manusia Manado Town Square (MTS) kepada Komentar, belum lama ini mengatakan, masalah krisis listrik di Sulut merupakan ancaman bagi para pengembang yang sudah menanamkan modalnya di Sulut. Apalagi bagi pengembang di areal reklamasi Pantai Manado yang baru mulai membangun, masalah ini jelas sangat mengkhawatirkan.
“Belakangan ini dampaknya sudah mulai kelihatan. Buktinya, cukup banyak calon pembeli ruko yang membatalkan rencananya setelah mengetahui pertokoan yang akan kami pasarkan tidak dilengkapi dengan failitas listrik yang memadai,” kata Sibi seraya menambahkan, pihaknya telah mengajukan permohonan penyambungan listrik sejak tahun 2005 lalu.
Senada diungkap pengelola Manado Convention Center, Meity Rompis. Menurutnya, masalah krisis listrik di daerah ini mulai mengganggu iklim investasi.
“Karena PLN tidak mampu memenuhi kebutuhan listrik yang kami ajukan, terpaksa kami menggunakan genset. Akibatnya, beban operasional yang harus kami tanggung melonjak tinggi. Bayangkan saja, dari total beban operasional yang harus kami tanggung, 60 persen terserap untuk biaya pengadaan solar,” ujar Rompis.
Meski dampaknya belum merugikan, namun menurut Rompis hal ini sangat mengkhawatirkan, apalagi disaat kondisi perekonomian belum stabil seperti sekarang ini.
“Kalau tiba-tiba pemerintah kembali menaikkan harga BBM, saya yakin semua pengembang yang ada di areal reklamasi gulung tikar. Kami tidak tahu harus bagaimana, Pemerintah harusnya jangan tinggal diam, masalah ini harus disikapi secara serius,” tukasnya. (rol)
|
|