HOME : FOOTBALL

Berita Ekonomi dan Bisnis 

03 April 2006

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Selatan
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing)   

Hambat Investasi di Sulut
Pengembang Minta Pemerintah Seriusi Masalah Krisis Listrik 

 

 IKUTI BERITA LAIN

Soal Revisi UU Tenaga Kerja
Mondigir : Pengusaha dan Buruh Harus Duduk Satu Meja
Bank Mandiri Blokir Bantuan Koperasi
Aspekindo Sulut Gelar Musprop
105 Tahun Perum Pegadaian
Harga Daging Stabil
Harga Rata-rata Kebutuhan Pokok 
(periode 2 April 2006)

Sejumlah pengembang di areal reklamasi di sepanjang Pantai Manado mendesak pemerintah daerah untuk menseriusi masalah krisis listrik di daerah ini. Sebab menurut mereka, jika masalah ini tidak segera diatasi, dampaknya akan berimbas buruk terhadap iklim investasi di Sulut.
Yosep Sibi, Kepala Bagian Sumber Daya Manusia Manado Town Square (MTS) kepada Komentar, belum lama ini mengatakan, masalah krisis listrik di Sulut merupakan ancaman bagi para pengembang yang sudah menanamkan modalnya di Sulut. Apalagi bagi pengembang di areal reklamasi Pantai Manado yang baru mulai membangun, masalah ini jelas sangat mengkhawatirkan. 
“Belakangan ini dampaknya sudah mulai kelihatan. Buktinya, cukup banyak calon pembeli ruko yang membatalkan rencananya setelah mengetahui pertokoan yang akan kami pasarkan tidak dilengkapi dengan failitas listrik yang memadai,” kata Sibi seraya menambahkan, pihaknya telah mengajukan permohonan penyambungan listrik sejak tahun 2005 lalu.
Senada diungkap pengelola Manado Convention Center, Meity Rompis. Menurutnya, masalah krisis listrik di daerah ini mulai mengganggu iklim investasi.
“Karena PLN tidak mampu memenuhi kebutuhan listrik yang kami ajukan, terpaksa kami menggunakan genset. Akibatnya, beban operasional yang harus kami tanggung melonjak tinggi. Bayangkan saja, dari total beban operasional yang harus kami tanggung, 60 persen terserap untuk biaya pengadaan solar,” ujar Rompis. 
Meski dampaknya belum merugikan, namun menurut Rompis hal ini sangat mengkhawatirkan, apalagi disaat kondisi perekonomian belum stabil seperti sekarang ini.
“Kalau tiba-tiba pemerintah kembali menaikkan harga BBM, saya yakin semua pengembang yang ada di areal reklamasi gulung tikar. Kami tidak tahu harus bagaimana, Pemerintah harusnya jangan tinggal diam, masalah ini harus disikapi secara serius,” tukasnya. (rol)

 
  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin